Teras News — Rasa sesal akibat ego yang tak terkendali kerap datang terlambat, dan itulah yang coba disuarakan oleh penyanyi solo Gege Tiwa lewat single terbarunya. Pria bernama lengkap Nataniel Buanegris Tiwa ini merilis lagu keempat berjudul “Menanti”, sebuah karya yang mengupas luka mendalam ketika kesalahan di masa lalu sudah terlanjur menutup semua pintu untuk kembali.
Lagu ini diciptakan oleh musisi Romano. Temanya berpusat pada momen pahit saat ego besar dan rentetan kekeliruan telah menggoreskan luka yang mustahil diperbaiki. Bukan sekadar narasi cinta biasa, “Menanti” memotret sisa-sisa harapan dan kerinduan yang masih membara meski sang penyanyi sadar waktu tidak bisa diputar balik.
Refleksi Kehidupan, Bukan Sekadar Fiksi
Gege menegaskan lagu ini lahir dari pengalaman yang sangat nyata dan dekat dengan keseharian banyak orang.
Baca Juga:
“Saya berharap lagu ini bisa menjadi teman bagi mereka yang sedang melalui fase serupa. Semoga ‘Menanti’ dapat mewakili perasaan yang mungkin sulit diungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).
Aransemen lagu ini dirancang untuk memperkuat nuansa emosional yang menjadi inti cerita. Balutan musik yang menyentuh berpadu dengan lirik penuh kejujuran, mengantar pendengar masuk ke dalam rasa perih yang digambarkan Gege.
Rekam Jejak Gege Tiwa: Dari Kerajaan Brunei ke Panggung Solo
Gege bukan nama baru di dunia musik. Jauh sebelum membangun karier solonya selama tiga tahun terakhir di Indonesia, ia pernah menjadi salah satu vokalis home band keluarga Kerajaan Brunei pada periode 2004 hingga 2007.
Karakter vokalnya yang emosional menjadi ciri khas yang ia bawa konsisten sejak awal. Kini, dengan “Menanti” sebagai single keempatnya, Gege ingin menyampaikan satu pesan kepada pendengarnya: di balik pahitnya penyesalan, selalu ada pelajaran yang bisa menjadi bekal untuk melangkah ke depan.
Lagu “Menanti” sudah tersedia di berbagai platform musik digital.
Editor: Surya Dharma