Teras News — Tiga hari. Hanya dalam waktu tiga hari sebelum pelantikan presiden, PT Pindad harus menambahkan fitur sunroof pada MV3 Garuda Limousine — kendaraan yang sejak awal dirancang tanpa lubang di atapnya. Perubahan mendadak itulah yang, menurut Pindad, menjadi salah satu pemicu kebocoran yang dikeluhkan Presiden Prabowo Subianto.
Prabowo sendiri menceritakan pengalaman tak mengenakkan itu di depan ratusan pengusaha muda dalam pembukaan Munas HIPMI XVIII di Lampung. Hujan deras, ia sedang tidur di dalam Maung, lalu tetes-tetes air mulai jatuh ke tubuhnya.
“Nah suatu saat saya ini suka tidur di mobil. Hujan keras di luar saya tidur, tau-tau tek tek tek (air bocor), saya bangun. Rupanya bocor. Yang namanya baru aku kirim kembali lah, ini kan buatan Pindad, eh Pindad tolong lah bocornya dikurangi,” kata Prabowo.
Baca Juga:
Tidak berhenti di situ. Mobil yang sama juga terasa kasar saat dikendarai di jalur berbatu pegunungan. Prabowo menggambarkan getarannya dengan kata yang khas: gredek-gredek.
“Habis itu pakai mobil naik gunung gredak-gredak. Tapi gredak gak apa, demi nasionalisme saya tetap pakai mobil ini,” tegasnya.
Pindad Akui Bocor Terjadi di Masa Awal Penggunaan
PT Pindad merespons pernyataan presiden melalui akun Instagram resmi @pt_pindad, Minggu (14/6/2026). Perusahaan pelat merah ini mengakui kebocoran memang terjadi, namun menegaskan kondisi itu terjadi pada masa awal penggunaan kendaraan.
Akar masalahnya ada pada penambahan sunroof yang dilakukan dalam waktu sangat singkat. MV3 Garuda Limousine sejatinya dikembangkan dengan konfigurasi full armour tanpa sunroof. Fitur itu baru ditambahkan atas permintaan agar Presiden bisa menyapa masyarakat langsung dalam kegiatan kenegaraan — dan keputusan itu baru dibuat tiga hari menjelang pelantikan.
“Setelah menerima masukan dan evaluasi, tim teknis Pindad segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan menyeluruh yang dilakukan dengan tepat dan cepat sehingga kendaraan dapat kembali beroperasi secara optimal sesuai standar yang ditetapkan,” tulis Pindad.
Kritik Presiden Jadi Bahan Evaluasi
Alih-alih defensif, Pindad menyebut semua masukan dari Prabowo sebagai “sangat berharga” bagi proses penyempurnaan produk ke depan.
“Berbagai feedback yang diberikan oleh Bapak Presiden dan pengguna menjadi masukan yang sangat berharga bagi perusahaan untuk terus melakukan penyempurnaan dan inovasi pada produk-produk yang dikembangkan di masa mendatang,” tulis Pindad dalam keterangannya.
Perusahaan juga menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan presiden yang tetap menggunakan Maung meski menghadapi sejumlah kendala teknis. Kepercayaan itu, kata Pindad, menjadi kebanggaan sekaligus amanah besar bagi seluruh pegawainya.
Kini, dengan perbaikan yang diklaim sudah tuntas, Pindad menyatakan MV3 Garuda Limousine telah kembali beroperasi optimal. Publik dan para pengamat industri pertahanan nasional tentu akan terus memperhatikan sejauh mana konsistensi kualitas kendaraan kebanggaan Indonesia itu terjaga dalam penggunaan sehari-hari.
Editor: Arif Budiman