Teras News — Pembangunan jembatan darurat jenis Bailey bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi dimulai di lokasi Jembatan Kalijaran, Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, Temanggung, yang ambruk total pada 16 Mei 2026. Perakitan dikerjakan oleh personel Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 4/Tanpa Kawandya Banyubiru.
“Alhamdulilah, ini adalah kabar yang sangat dinantikan masyarakat. Selama dua minggu ini, mulai berlangsung proses perakitan pembangunan jembatan Bailey bantuan dari BNPB. Semoga pembangunannya lancar dan segera bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata Bupati Temanggung Agus Setyawan saat meninjau lokasi, Kamis (11/6/2026).
Dua Dusun Terputus, Warga Andalkan Jembatan Darurat dari Batang Kelapa
Jembatan Kalijaran adalah satu-satunya akses keluar masuk bagi warga Dusun Banjaran dan Dusun Sinongko. Sejak ambruk hampir sebulan lalu, warga bergotong royong membangun jalur darurat dari batang kelapa. Jalur itu hanya bisa dilalui sepeda motor secara bergantian, sangat terbatas untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga:
Kepala Desa Plosogaden, Sutarno, mengungkapkan betapa krusialnya jembatan tersebut bagi warganya. “Karena jembatan Kalijaran ini satu-satunya akses keluar masuk warga Dusun Banjaran, untuk mengangkut hasil panen kopi dan kegiatan sehari-hari. Masyarakat sangat lega, mudah-mudahan proses pembangunan jembatan Bailey dari BNPB yang dipasang oleh bapak-bapak TNI ini, berjalan lancar tanpa kendala,” ucapnya.
Mayoritas warga di kawasan itu adalah petani kopi. Terputusnya akses jembatan selama hampir sebulan membuat distribusi hasil panen terganggu, serta menghambat anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah.
Respons Kurang dari 24 Jam, Surat Permohonan Langsung Dikirim ke Pusat
Kecepatan turunnya bantuan jembatan Bailey ini tidak lepas dari respons cepat Pemerintah Kabupaten Temanggung. Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, menjelaskan bahwa kurang dari 24 jam setelah kejadian, Bupati Agus langsung menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana.
Bersamaan dengan terbitnya Surat Keputusan Bupati, Pemkab Temanggung langsung melayangkan surat permohonan jembatan Bailey ke pemerintah pusat. Permohonan itu dikawal oleh anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo.
“Teknis operasional perakitan jembatan Bailey dari BNPB ini dilakukan oleh personel Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 4/Tanpa Kawandya Banyubiru. Pada hari pertama ini, berlangsung proses menyingkirkan sisa reruntuhan material jembatan bersama dengan masyarakat,” jelas Totok.
Prioritas Utama: Akses Warga dan Kendaraan Roda Empat
Bupati Agus, yang akrab disapa Agus Gondrong, menyebut pemulihan jembatan ini sebagai prioritas utama karena fungsinya yang vital. Bukan hanya jalur ekonomi warga, tetapi juga jalur sekolah anak-anak di dua dusun tersebut.
“Yang penting aksesnya sudah tersambung terlebih dahulu, agar bisa dilewati masyarakat, maupun kendaraan roda empat. Terima kasih juga kepada masyarakat yang sudah ikut kerja bakti,” tuturnya.
Agus juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama lintas sektoral antara DPR RI, BNPB, dan TNI dalam penanganan bencana ini.
Jembatan Bailey merupakan jenis jembatan rangka baja modular yang dirancang untuk perakitan cepat tanpa alat berat khusus, sehingga kerap digunakan sebagai solusi darurat pascabencana. Proses perakitan pada hari pertama masih terfokus pada pembersihan sisa reruntuhan jembatan lama bersama warga sebelum konstruksi utama dimulai.
Editor: Arif Budiman