Teras News — Bulan Muharram menyimpan sejumlah amalan yang dianjurkan dalam Islam, termasuk memperbanyak amal saleh, bertaubat, dan menjalankan puasa sunnah. Dari sekian amalan, puasa sunnah di bulan Muharram memiliki landasan dalil yang kuat dalam tradisi keilmuan Islam.
Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan). Umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah pada bulan ini, dengan puasa sunnah sebagai salah satu yang paling diutamakan.
Tiga Puasa Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Muharram
Para ulama mencatat setidaknya tiga jenis puasa sunnah yang dianjurkan selama Muharram. Pertama adalah puasa Asyura, yakni puasa pada tanggal 10 Muharram. Kedua adalah puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram, yang dianjurkan untuk dikerjakan bersama Asyura. Ketiga adalah puasa ayyamul bidh, yaitu puasa tiga hari di pertengahan bulan, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15 Muharram.
Baca Juga:
Puasa Asyura menjadi yang paling dikenal. Keutamaannya besar: menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu. Puasa Tasu’a hadir sebagai pembeda dari tradisi Yahudi yang juga berpuasa di hari Asyura, sehingga Muslim dianjurkan menambahkan satu hari sebelumnya.
Amalan Lain yang Dianjurkan Selama Muharram
Puasa bukan satu-satunya amalan yang dianjurkan. Bertaubat dan memperbanyak amal saleh juga masuk dalam rangkaian ibadah yang sebaiknya dilakukan sepanjang bulan Muharram. Keduanya bisa dikerjakan kapan saja tanpa batasan tanggal tertentu.
Bagi umat Muslim yang ingin memaksimalkan bulan Muharram, kombinasi antara puasa sunnah dan perbanyak istighfar serta sedekah menjadi pilihan yang lazim dianjurkan oleh para ulama.
Bulan Muharram tahun ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memperkuat praktik ibadah sunnah yang sering terlewat di bulan-bulan biasa.
Editor: Arif Budiman