Berita

BMKG: Puncak Kemarau 2026 Jatuh di Agustus, Sejumlah Wilayah Indonesia Terancam Musim Kering Lebih Panjang

10
×

BMKG: Puncak Kemarau 2026 Jatuh di Agustus, Sejumlah Wilayah Indonesia Terancam Musim Kering Lebih Panjang

Sebarkan artikel ini

Teras NewsBMKG memperingatkan sejumlah wilayah di Indonesia bakal menghadapi musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya pada 2026, dengan puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prediksi tersebut sebagai bagian dari pemantauan iklim nasional. Lembaga itu tidak merinci wilayah mana saja yang masuk daftar, namun menegaskan bahwa kondisi kemarau panjang patut diantisipasi jauh-jauh hari.

Agustus 2026 Jadi Puncak Musim Kering Nasional

Musim kemarau di Indonesia umumnya berlangsung antara April hingga Oktober, dengan pola yang bervariasi di tiap wilayah tergantung posisi geografis dan pengaruh angin muson. Tahun ini, BMKG mengindikasikan durasi kemarau di beberapa daerah berpotensi melampaui rata-rata normal.

Puncaknya dipatok di Agustus 2026. Pada periode itu, sejumlah wilayah diprediksi mengalami intensitas kekeringan tertinggi.

Dampak Kemarau Panjang yang Perlu Diwaspadai

Kemarau berkepanjangan lazimnya memicu sejumlah persoalan serius di tingkat lokal: ketersediaan air bersih menipis, produktivitas pertanian tertekan, dan risiko kebakaran lahan meningkat tajam. Wilayah dengan sumber air yang bergantung pada curah hujan menjadi yang paling rentan.

Pemerintah daerah di wilayah-wilayah yang masuk prediksi BMKG diharapkan mulai menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari pengelolaan cadangan air hingga kesiapsiagaan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Publik menunggu rilis resmi BMKG yang memuat daftar lengkap wilayah terdampak beserta proyeksi curah hujan bulanan, yang biasanya dipublikasikan secara berkala melalui kanal resmi lembaga tersebut.

Penulis: Siti Rahma
Editor: Ratna Dewi