Berita

Muscab Kwarcab Ponorogo 2026: Target Kukuhkan 10 Ribu Pramuka Garuda dalam Setahun

12
×

Muscab Kwarcab Ponorogo 2026: Target Kukuhkan 10 Ribu Pramuka Garuda dalam Setahun

Sebarkan artikel ini

Teras News — Rabu (20/5/2026), Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Ponorogo menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) lima tahunan yang menjadi forum tertinggi organisasi kepanduan di tingkat kabupaten itu. Agenda besar menanti: evaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus lama, penyusunan program kerja baru, dan pemilihan ketua serta pengurus kwarcab periode berikutnya.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (KaMabicab), membuka langsung forum tersebut. Ia menegaskan muscab bukan sekadar formalitas organisasi. “Muscab menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan roda organisasi dan menjadi tolok ukur keberhasilan pengelolaan Gerakan Pramuka,” kata Lisdyarita di hadapan peserta.

Pramuka Garuda Ponorogo Tumbuh Dua Kali Lipat dalam Dua Tahun

Lisdyarita memaparkan tren positif yang dicatat Kwarcab Ponorogo dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, sebanyak 3.156 Pramuka Garuda dikukuhkan. Angka itu melonjak menjadi 4.700 pada 2025. Tahun ini, target dipasang jauh lebih tinggi. “Pada tahun 2026, Kwarcab Ponorogo menargetkan mengukuhkan sebanyak 10 ribu Pramuka Garuda,” tegasnya.

Pramuka Garuda adalah tingkatan kecakapan tertinggi dalam Gerakan Pramuka Indonesia, diraih anggota yang memenuhi syarat paling ketat di masing-masing golongan, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega. Pencapaian gelar ini mencerminkan kualitas pembinaan di tingkat gugus depan dan kwartir cabang.

Prestasi anggota Pramuka Ponorogo di ajang daerah, nasional, hingga internasional turut disebut Lisdyarita sebagai bukti perkembangan yang terus positif. “Kita harus saling mendukung dan menjaga kekompakan. Cara kita berkegiatan dalam organisasi ini merupakan cerminan dan harapan Pramuka Ponorogo untuk lima tahun ke depan yang lebih cemerlang. Menjadikan Pramuka Ponorogo yang hebat dan beradab,” jelasnya.

Tiga Agenda Utama yang Dibawa ke Meja Muscab

Wakil Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Basuki Babussalam, turut hadir dan menekankan bahwa muscab wajib membahas kebijakan organisasi serta program pembinaan generasi muda. Menurutnya, Pramuka sebagai pendidikan informal memikul tanggung jawab membentuk karakter anak muda melalui penanaman nilai kebangsaan dan kecakapan hidup.

Basuki menyebut tiga agenda utama muscab kali ini: konsolidasi program, rekonstruksi organisasi, dan penguatan sinergi dengan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah. “Organisasi yang kuat bukan hanya ditentukan oleh semangat, tetapi juga oleh tata kelola yang baik, kepemimpinan yang visioner, dan keputusan-keputusan yang bijaksana,” ungkapnya.

Soal konsolidasi, Basuki berharap program dari Kwartir Nasional hingga gugus depan bisa berjalan selaras. Rekonstruksi organisasi, kata dia, bertujuan menata ulang potensi dan struktur agar lebih siap menghadapi tantangan yang berkembang di masyarakat. “Melalui konsolidasi, program-program dari Kwartir Nasional hingga gugus depan diharapkan dapat berjalan selaras. Sementara rekonstruksi organisasi bertujuan menata kembali potensi dan struktur organisasi agar lebih siap menjawab tantangan yang berkembang di masyarakat,” tegasnya.

Kwarcab Ponorogo kini menanggung ekspektasi besar: menggandakan jumlah Pramuka Garuda lebih dari dua kali lipat dalam satu tahun. Hasil muscab ini, termasuk siapa ketua terpilih dan program kerja yang disepakati, akan menentukan arah gerakan kepanduan Ponorogo untuk lima tahun ke depan.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Surya Dharma