Teras News — Dua embung baru resmi beroperasi di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikannya secara simbolis pada Selasa (19/5/2026). Pembangunan dua kolam retensi air itu ditargetkan menekan angka banjir di kawasan tersebut hingga 20 persen.
Warga Jagakarsa yang selama ini kerap merasakan dampak banjir saat musim hujan menyambut kabar ini dengan harapan besar. Bagi sebagian penghuni permukiman padat di sekitar kawasan tersebut, genangan air bukan sekadar gangguan — sudah bertahun-tahun menjadi rutinitas pahit setiap kali hujan deras mengguyur ibu kota.
Embung sebagai Solusi Retensi Air Permukiman Padat
Embung adalah kolam buatan yang berfungsi menampung dan menahan limpasan air hujan sebelum dialirkan ke saluran drainase utama. Di kota-kota besar seperti Jakarta, embung kerap dibangun sebagai solusi jangka menengah untuk mengurangi beban saluran air yang tidak mampu menampung debit tinggi saat hujan lebat.
Baca Juga:
Jagakarsa dipilih bukan tanpa alasan. Wilayah di bagian selatan Jakarta ini termasuk kawasan yang pertumbuhan permukimannya cukup pesat, sehingga tutupan lahannya berkurang dan daya serap tanah terhadap air hujan pun menurun dari tahun ke tahun.
Target 20 Persen Jadi Tolok Ukur Keberhasilan
Angka 20 persen pengurangan banjir yang disebut dalam peresmian ini menjadi target yang akan diawasi warga dan pemerintah kota. Realisasi target tersebut baru bisa dinilai setelah musim hujan berikutnya tiba dan data genangan bisa dibandingkan dengan catatan tahun-tahun sebelumnya.
Peresmian dua embung ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menambah kapasitas tampungan air di berbagai titik rawan banjir. Jakarta memiliki sejarah panjang bergelut dengan banjir, terutama di wilayah-wilayah yang dilintasi sungai atau berada di dataran rendah.
Publik kini menunggu buktinyata dari dua embung Jagakarsa — apakah di musim hujan mendatang, warga setempat benar-benar bisa tidur lebih tenang saat langit menggelap dan hujan mulai turun deras.
Editor: Arif Budiman