Berita

Purbaya Akui Intervensi Pasar Obligasi Sejak Kamis Pekan Lalu, Target Rp2 Triliun Per Hari

28
×

Purbaya Akui Intervensi Pasar Obligasi Sejak Kamis Pekan Lalu, Target Rp2 Triliun Per Hari

Sebarkan artikel ini

Teras News — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui pemerintah telah masuk ke pasar obligasi sejak Kamis pekan lalu sebagai bagian dari upaya menstabilkan harga surat utang negara di tengah tekanan pasar. Intervensi dilakukan secara bertahap dan masih menggunakan mekanisme pengelolaan kas (cash management).

“Dari Kamis minggu lalu sedikit, kemarin sedikit. Sekarang saya lihat lagi seperti apa,” kata Purbaya usai memimpin sidang aduan debottlenecking di Jakarta, Selasa.

Target Rp2 Triliun, Realisasi Baru Rp600 Miliar

Pada hari sebelumnya, Purbaya menargetkan pembelian obligasi senilai Rp2 triliun. Namun yang berhasil diserap hanya Rp600 miliar.

Bagi Purbaya, angka itu justru menjadi pertanda baik. Rendahnya realisasi menunjukkan tekanan jual di pasar tidak terlalu besar, bukan kegagalan intervensi. “Artinya yang jual (obligasi) juga sedikit sebetulnya. Jadi kita memastikan harga bond tetap terkendali,” ujarnya.

Purbaya menyebut ada dua jalur intervensi yang tersedia. Pertama melalui framework Dana Stabilisasi Obligasi (Bond Stabilization Fund) yang melibatkan lembaga seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Kedua melalui cash management dari kas negara sendiri. Saat ini pemerintah hanya menjalankan opsi kedua.

“Kalau framework nanti saya panggil SMI dan lain-lain untuk ikut. Tapi sekarang belum separah itu, keadaannya masih relatif lumayan lah,” jelasnya.

Purbaya Pastikan Masuk Pasar Obligasi Setiap Hari

Sehari sebelumnya, Senin (18/5), Purbaya menemui Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta untuk rapat terbatas. Usai rapat itu, ia menegaskan komitmennya turun langsung ke pasar obligasi setiap hari.

“Kita sudah masuk ke bond market bertahap. Asing juga sudah masuk juga, jadi seharusnya ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil,” kata Purbaya waktu itu. “Saya akan masuk setiap hari ke bond market,” tambahnya.

Masuknya investor asing ke pasar obligasi Indonesia menjadi sinyal tambahan yang diperhatikan pemerintah dalam menilai kondisi pasar secara keseluruhan.

Rupiah Jadi Latar Belakang Kebijakan

Langkah intervensi di pasar obligasi ini terkait langsung dengan kondisi nilai tukar rupiah. Purbaya sebelumnya menyatakan aktivitas di pasar obligasi diperlukan untuk membantu menstabilkan rupiah, yang sempat menyentuh level Rp17.500 per dolar AS.

Pasar obligasi dan nilai tukar memiliki keterkaitan erat: ketika harga obligasi pemerintah jatuh, imbal hasilnya naik dan tekanan terhadap rupiah cenderung meningkat. Dengan menjaga harga obligasi tetap stabil melalui pembelian di pasar sekunder, pemerintah berusaha memutus rantai tekanan tersebut.

Purbaya menyatakan belum ada rencana memperluas skema intervensi ke jalur framework dalam waktu dekat. Kondisi pasar akan terus dipantau sebelum pemerintah memutuskan apakah perlu mengaktifkan Dana Stabilisasi Obligasi secara penuh dengan melibatkan lembaga-lembaga negara lainnya.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Ratna Dewi