Berita

2.681 Perpustakaan Terakreditasi, Nawal Yasin Dorong Literasi Digital Jateng Lawan Hoaks

14
×

2.681 Perpustakaan Terakreditasi, Nawal Yasin Dorong Literasi Digital Jateng Lawan Hoaks

Sebarkan artikel ini

Teras News — 2.681 — itulah jumlah perpustakaan di Jawa Tengah yang sudah memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP) sesuai data Perpustakaan Nasional RI tahun 2025. Angka itu kini dijadikan pijakan untuk menggerakkan literasi digital masyarakat di seluruh penjuru provinsi, dari kota hingga desa.

Bunda Literasi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Penguatan Gerakan Literasi Digital Perpustakaan bertajuk “Digital Cerdas–Gemar Membaca” di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (18/5/2026). Di forum itu, ia menegaskan pentingnya menjadikan perpustakaan sebagai garda terdepan melawan penyebaran hoaks.

“Kita perlu mendampingi masyarakat untuk mengembangkan kecerdasan melalui literasi digital, agar mampu berpikir kritis dan memahami mana informasi yang kredibel dan mana yang hoaks,” kata Nawal, yang juga merupakan istri Wakil Gubernur Jawa Tengah.

788 Perpustakaan Umum, 1.799 Perpustakaan Sekolah Sudah Terakreditasi

Dari total 2.681 perpustakaan terakreditasi itu, sebanyak 788 unit masuk kategori perpustakaan umum. Rinciannya: 752 perpustakaan desa dan kelurahan, 35 perpustakaan kabupaten/kota, dan satu perpustakaan provinsi.

Perpustakaan sekolah mendominasi dengan 1.799 unit. Terdiri atas 733 perpustakaan jenjang SD/MI, 693 SMP/MTs, 370 SMA/SMK/MA, satu perpustakaan SLB, dan dua perpustakaan PAUD. Perpustakaan perguruan tinggi tercatat 70 unit, sedangkan perpustakaan khusus berjumlah 24 unit, termasuk empat perpustakaan di lembaga pemasyarakatan dan dua milik rumah ibadah.

IPLM Jateng 2025 Masih di Angka 38,86

Di balik jumlah perpustakaan terakreditasi yang terbilang besar itu, Nawal mengakui ada tantangan serius. Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jawa Tengah pada 2025 masih tercatat 38,86. Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Jateng pun baru mencapai skor 57,11 — angka yang menurut Nawal masih perlu didorong lebih tinggi.

Karena itu, pemerataan akses literasi hingga tingkat desa menjadi prioritas. Perpustakaan desa, kata Nawal, harus menjadi titik tumbuh budaya membaca, bukan sekadar tempat penyimpanan buku.

Kolaborasi Lintas Dinas Jadi Kunci

Gerakan ini tidak bisa dijalankan oleh satu lembaga saja. Sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi, penguatan literasi digital harus dikerjakan secara kolaboratif. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades), serta para bunda literasi di 35 kabupaten/kota dilibatkan agar gerakan ini benar-benar menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.

“Hari ini kita melakukan gerakan literasi digital di Jawa Tengah. Ini perlu kita koordinasikan ke semua stakeholder yang ada,” ujar Nawal usai kegiatan tersebut.

Kemampuan masyarakat beradaptasi dengan perkembangan teknologi, lanjutnya, juga harus terus ditingkatkan agar Jawa Tengah tidak tertinggal dari perubahan zaman. Dengan fondasi ribuan perpustakaan terakreditasi yang sudah ada, pemerintah provinsi kini fokus mengisi infrastruktur itu dengan program literasi digital yang menjangkau warga di tingkat desa.

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Ratna Dewi