Berita

58 Remaja Terlibat Tawuran di Padang Sepanjang 2025, Dubalang Kota Diklaim Tekan Angka Kenakalan

1
×

58 Remaja Terlibat Tawuran di Padang Sepanjang 2025, Dubalang Kota Diklaim Tekan Angka Kenakalan

Sebarkan artikel ini

Teras News — Puluhan remaja di Kota Padang masih terjerat kasus tawuran meski program pengamanan lingkungan berbasis warga terus berjalan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang mencatat sedikitnya 58 remaja diamankan karena terlibat tawuran sepanjang 2025.

Angka itu muncul di tengah setahun berjalannya program Dubalang Kota, inisiatif Pemerintah Kota Padang yang diluncurkan tahun lalu untuk menekan kenakalan remaja, termasuk tawuran dan balap liar. Dubalang sendiri adalah istilah dalam tradisi Minangkabau yang merujuk pada penjaga atau pengaman kampung — sebuah konsep adat yang diadaptasi ke dalam program ketertiban perkotaan.

Setahun Dubalang Kota, Tawuran Diklaim Menurun

Pemerintah Kota Padang menyebut kehadiran Dubalang Kota efektif membantu penurunan angka kenakalan remaja. Program ini berjalan selama satu tahun penuh sejak diluncurkan, dan hasilnya diklaim terlihat dalam penertiban kasus tawuran maupun balap liar di ibu kota Provinsi Sumatera Barat itu.

Meski demikian, data Satpol PP menunjukkan persoalan kenakalan remaja belum sepenuhnya padam. 58 remaja yang diamankan dalam berbagai insiden tawuran sepanjang tahun 2025 mencerminkan tantangan yang masih dihadapi aparat di lapangan.

Padang Serius Tangani Balap Liar dan Geng Remaja

Balap liar menjadi salah satu target utama Dubalang Kota selain tawuran. Kedua fenomena ini kerap meresahkan warga, terutama di jam-jam malam ketika jalanan sepi dan pengawasan berkurang.

Program Dubalang Kota mengandalkan sinergi antara petugas pamong praja dan elemen masyarakat setempat. Pendekatan ini berbeda dari penertiban konvensional karena melibatkan aktor lokal yang lebih dekat dengan dinamika sosial di tiap kelurahan.

Sejauh ini, pemerintah kota menilai program tersebut berjalan ke arah yang positif. Evaluasi satu tahun ini menjadi acuan apakah Dubalang Kota akan diperkuat, diperluas, atau disesuaikan pendekatannya untuk menjangkau lebih banyak kawasan rawan di Padang.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma