Teras News — Enam pesawat tempur multiperan MRCA Rafale resmi masuk jajaran alutsista TNI setelah Presiden Prabowo Subianto menyerahkan langsung armada tersebut pada Senin (18/5) di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Penyerahan ini bukan sekadar tambahan pesawat. Dalam satu upacara, TNI menerima paket pertahanan udara lengkap: enam unit MRCA Rafale, empat pesawat Falcon 8X, satu pesawat angkut dan pengisian bahan bakar udara Airbus A400M MRTT, satu unit rudal Meteor, serta sejumlah sistem pertahanan modern lainnya.
Rafale: Jet Tempur Generasi 4,5 Buatan Prancis
MRCA Rafale (Multi-Role Combat Aircraft) adalah jet tempur buatan Dassault Aviation, Prancis, yang dirancang untuk menjalankan berbagai misi sekaligus, mulai dari superioritas udara, serangan darat, pengintaian, hingga pencegahan nuklir. Pesawat ini dikenal memiliki kemampuan manuver tinggi dan dilengkapi sistem avionik canggih yang membuatnya dipilih sejumlah angkatan udara di dunia.
Baca Juga:
Bagi Indonesia, Rafale mengisi kekosongan setelah F-5 Tiger pensiun dan menjadi lompatan signifikan dari armada F-16 yang sudah beroperasi puluhan tahun. Rudal Meteor yang turut diserahkan merupakan rudal udara-ke-udara jarak jauh bertenaga ramjet, dirancang untuk menyergap target di luar jangkauan visual.
Airbus A400M MRTT Perluas Jangkauan Operasi TNI AU
Kehadiran Airbus A400M MRTT (Multi-Role Tanker Transport) menambah dimensi baru kemampuan TNI Angkatan Udara. Pesawat ini berfungsi ganda: sebagai pesawat kargo militer berkapasitas besar sekaligus tanker udara yang bisa mengisi bahan bakar jet tempur di tengah misi, sehingga pesawat tempur Indonesia tidak perlu mendarat hanya karena kehabisan bahan bakar saat beroperasi jauh dari pangkalan.
Empat unit Falcon 8X yang juga diserahkan pada hari yang sama merupakan pesawat eksekutif berbasis militer yang umumnya digunakan untuk transportasi pimpinan militer maupun misi khusus.
Postur Pertahanan Udara yang Berubah
Penyerahan alutsista ini mencerminkan arah kebijakan pertahanan Prabowo sejak ia menjabat sebagai Menteri Pertahanan sebelum terpilih sebagai presiden. Pengadaan Rafale sendiri merupakan bagian dari kontrak yang ditandatangani Indonesia dengan Prancis, mencakup total 42 unit pesawat yang pengirimannya dijadwalkan bertahap.
Dengan bertambahnya armada ini, TNI AU kini memiliki kemampuan untuk menjaga wilayah udara Indonesia yang membentang lebih dari 5.000 kilometer dari barat ke timur secara lebih efektif. Publik dan kalangan pertahanan kini menantikan jadwal penyerahan batch berikutnya sesuai kontrak yang telah disepakati.
Editor: Surya Dharma