Berita

Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Ekonomi Kerakyatan Jadi Prioritas

13
×

Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Ekonomi Kerakyatan Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

Teras News — Sabtu (16/5), Presiden Prabowo Subianto meresmikan dimulainya operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Peresmian dipusatkan di Koperasi Desa Merah Putih Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

1.061 Koperasi Aktif dalam Satu Hari Peresmian

Angka 1.061 bukan jumlah kecil. Seluruh koperasi itu diresmikan secara serentak dalam satu acara yang berpusat di Desa Nglawak, dengan Presiden Prabowo hadir langsung memimpin simbolisasi peluncuran. Dua provinsi dengan jumlah desa terbanyak di Pulau Jawa itu menjadi lokasi gelombang awal operasionalisasi program nasional ini.

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan program pemerintah yang dirancang untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis unit terkecil wilayah administrasi, yakni desa dan kelurahan. Skema koperasi dipilih karena memungkinkan warga desa menjadi anggota sekaligus pemilik, bukan sekadar penerima manfaat pasif dari program bantuan pemerintah.

Nganjuk Jadi Titik Pusat Simbolisasi Nasional

Pemilihan Desa Nglawak, Kertosono, sebagai lokasi peresmian bukan tanpa alasan. Kabupaten Nganjuk berada di jantung Jawa Timur dan secara geografis mewakili karakter desa agraris yang menjadi sasaran utama program ini. Presiden Prabowo menyaksikan langsung kesiapan operasional koperasi di desa tersebut sebelum peresmian resmi diumumkan.

Program KDKMP masuk dalam agenda prioritas pemerintahan Prabowo untuk mendistribusikan pertumbuhan ekonomi hingga ke tingkat desa. Koperasi berbasis desa dianggap sebagai instrumen yang lebih organik dibanding skema bantuan tunai, karena membangun kapasitas ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Jawa Timur dan Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama

Dari total 1.061 koperasi yang diresmikan hari itu, seluruhnya berada di dua provinsi: Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kedua provinsi ini memiliki jumlah desa dan kelurahan yang sangat besar, menjadikannya lokus strategis untuk memulai peluncuran skala besar program ini.

Pemerintah menempatkan momentum Sabtu (16/5) sebagai titik awal operasionalisasi resmi, setelah sebelumnya melewati tahap pembentukan dan persiapan organisasi koperasi di masing-masing desa dan kelurahan. Selanjutnya, publik menunggu kepastian jadwal perluasan program ke provinsi-provinsi lain di luar Jawa.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Surya Dharma