Berita

952 Alumni, 20 Lolos PTN: Program Beasiswa PT Timah Buka Jalan Anak Buruh ke Kampus

14
×

952 Alumni, 20 Lolos PTN: Program Beasiswa PT Timah Buka Jalan Anak Buruh ke Kampus

Sebarkan artikel ini

Teras News — Minggu (17/5/2026), sebuah angka mengundang perhatian dari Bangka Belitung: 952 alumni telah merasakan manfaat Pemali Boarding School, program sekolah berasrama berbasis beasiswa yang didukung PT Timah, anggota holding industri pertambangan MIND ID. Program beasiswa ini menyasar anak-anak dari keluarga buruh harian, nelayan, dan pekerja serabutan yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas.

Program tersebut telah berjalan sejak tahun 2000 dan menjangkau wilayah Bangka Belitung, Karimun, hingga Meranti. Setiap tahun, 36 siswa terpilih mendapatkan beasiswa penuh, termasuk tempat tinggal di asrama selama menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Pemali. Proses seleksinya bukan sekadar ujian tulis, melainkan melalui asesmen akademik dan psikologi yang dilakukan bekerja sama dengan tim dari Universitas Padjadjaran.

20 Siswa Lolos PTN Lewat Jalur Prestasi Tahun Ini

Tahun ini, 20 siswa peserta program berhasil diterima di perguruan tinggi melalui jalur prestasi. Siswa lainnya masih menjalani proses seleksi melalui jalur tes. Para siswa juga menorehkan prestasi di lomba debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris tingkat Kabupaten Bangka.

Kepala Asrama Pemali Boarding School, Ulul, mengungkapkan bahwa mayoritas siswa datang dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Banyak orang tua awalnya ragu mendaftarkan anak mereka.

“Banyak orang tua yang awalnya ragu karena keterbatasan biaya. Mereka tidak membayangkan anaknya bisa mendapatkan fasilitas pendidikan seperti ini,” kata Ulul dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (17/5/2026).

Setelah mengetahui program ini menanggung penuh seluruh kebutuhan pendidikan, sikap para orang tua berbalik. Mereka justru menjadi pihak yang paling aktif mendorong anak-anak mereka ikut seleksi.

Bukan Hanya Nilai, Siswa Dilatih Public Speaking hingga Kepemimpinan

Rutinitas di asrama dimulai sebelum matahari terbit. Siswa merapikan tempat tidur, mengikuti kegiatan pagi, baru kemudian masuk kelas. Kebiasaan ini ditularkan oleh para senior kepada juniornya secara turun-temurun.

Pembinaan di dalam asrama melampaui pelajaran akademik. Siswa mendapat pelatihan public speaking, pengelolaan media sosial, serta penguatan karakter dan kepemimpinan, yang digelar secara rutin.

“Yang kita bangun bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga kepercayaan diri dan cara mereka melihat masa depan,” ujar Ulul.

Dampak jangka panjang program ini terlihat dari jejak para alumni. Banyak di antara mereka yang melanjutkan pendidikan tinggi atau sudah bekerja, dan mulai berkontribusi kembali bagi keluarga di kampung halaman. Dari 952 alumni yang telah melewati program ini sejak 2000, perjalanan Pemali Boarding School mencerminkan konsistensi investasi sumber daya manusia di daerah penghasil timah tersebut.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Ratna Dewi