Berita

Dari Rp200 per Kg, Riza Banjarnegara Sulap Singkong Jadi Mocaf yang Tembus Pasar Oman hingga China

17
×

Dari Rp200 per Kg, Riza Banjarnegara Sulap Singkong Jadi Mocaf yang Tembus Pasar Oman hingga China

Sebarkan artikel ini

Teras News — Harga singkong petani Banjarnegara pernah terjun ke titik terendah: Rp200 per kilogram. Riza Azyumardi Azra melihat angka itu sebagai masalah yang harus diselesaikan, bukan sekadar kondisi pasar.

Sejak 2015, Riza membangun Rumah Mocaf di Kabupaten Banjarnegara, mengolah singkong menjadi modified cassava flour (mocaf) — tepung berbahan singkong yang diproses melalui fermentasi sehingga menghasilkan karakteristik mirip tepung gandum. Dari tepung ini, dia menciptakan lini produk yang jauh lebih beragam dari yang banyak orang bayangkan: chocolate chips, chiffon cake, selondok, gula, tepung roti, tepung berbumbu, hingga gula cair.

30–40 Ton per Bulan, Ekspor Sudah ke Oman dan Turki

Permintaan pasar terus naik. Riza menyebutkan kapasitas penjualan domestik Rumah Mocaf kini mencapai 30–40 ton per bulan, disalurkan lewat pasar ritel, platform daring, dan pesanan personal.

“Dalam satu bulan untuk pasar domestik sekitar 30-40 ton. Kini tren permintaannya terus naik. Kami menjual ke pasar retail, pasar daring, dan pesanan personal. Kalau ke luar negeri, pernah ke Oman, Turki, Malaysia, juga ada permintaan dari China,” ujarnya di gerai Rumah Mocaf, Kamis (14/5/2026).

Bahan baku singkong dipasok dari petani di berbagai wilayah Banjarnegara. Ekosistem rantai pasok yang terbentuk membuat petani tidak lagi kesulitan menjual hasil panen. Produk akhirnya dikemas sebagai produk non-gluten, yang dinilai lebih sehat dan cocok untuk penderita celiac maupun alergi gandum.

Harga Singkong Naik Lima Kali Lipat di Tingkat Petani

Latif, petani singkong dari Desa Parakan, Kecamatan Purwanegara, merasakan langsung perubahan itu. Harga singkong kini menembus lebih dari Rp1.000 per kilogram — naik berlipat dari era Rp200 per kilogram yang pernah membuat petani merugi.

“Dulu kesusahan kalau mau jual, sampai harus ke luar kota. Sekarang kami siap menampung dengan harga yang sedikit lebih tinggi,” kata Latif.

Di lahannya seluas 1–2 hektare, Latif mampu memproduksi hingga 21 ton singkong per tahun. Kerja sama dengan Riza untuk penjualan tepung mocaf menghasilkan volume 10–15 ton per bulan. “Harapannya, tepung ini bisa dikenal ke seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Riza Dorong Mocaf Masuk Program Makan Bergizi Gratis

Riza berharap tepung mocaf dapat diserap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia juga mendorong pemerintah memberi subsidi tepung lokal agar harganya kompetitif terhadap tepung gandum impor yang mendominasi pasar saat ini.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen sudah memberi sejumlah dukungan. “Kalau dari Pemprov Jateng, kami pernah mendapat dukungan berupa alat oven untuk produksi chiffon dan cookies, serta alat kemas untuk packing,” jelas Riza.

Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah juga mencatat produk berbahan mocaf sebagai bagian dari cadangan pangan pemerintah provinsi, dengan data menunjukkan tren positif sejak 2022.

Dengan permintaan ekspor yang terus bertambah dan harga singkong di tingkat petani yang jauh membaik, kisah Rumah Mocaf Banjarnegara kini menjadi model pengembangan pangan lokal yang dinanti replikasinya di daerah-daerah penghasil singkong lain di Jawa Tengah.

Penulis: Indah Lestari
Editor: Ratna Dewi