Berita

Emas Makin Dilirik Investor Indonesia di 2026: Pelindung Nilai saat Inflasi dan Rupiah Tertekan

12
×

Emas Makin Dilirik Investor Indonesia di 2026: Pelindung Nilai saat Inflasi dan Rupiah Tertekan

Sebarkan artikel ini

Teras NewsInvestasi emas kembali mendapat perhatian serius dari kalangan investor Indonesia pada 2026. Di saat inflasi menggerus daya beli, pasar saham bergejolak, dan nilai tukar rupiah menghadapi tekanan, emas dinilai sebagai salah satu aset yang paling andal untuk mempertahankan nilai kekayaan.

World Gold Council (WGC), lembaga riset industri emas global, mencatat bahwa emas secara konsisten berfungsi sebagai pelindung nilai bagi investor Indonesia di berbagai periode krisis. Laporan WGC itu memperkuat posisi emas bukan sekadar perhiasan atau simpanan konvensional, melainkan instrumen investasi yang layak diperhitungkan secara serius.

Tiga Tekanan Ekonomi yang Dorong Minat ke Emas

Ada tiga faktor utama yang membuat emas semakin relevan saat ini. Pertama, ancaman inflasi yang mengikis nilai aset berbasis uang tunai. Kedua, tekanan pada pasar saham yang membuat banyak investor mencari instrumen lebih stabil. Ketiga, risiko pelemahan rupiah yang bisa merugikan portofolio berbasis mata uang domestik.

Emas dikenal memiliki karakteristik unik: nilainya cenderung bergerak berlawanan arah dengan dolar AS dan aset berisiko tinggi. Artinya, ketika kondisi ekonomi memburuk dan investor panik, harga emas justru kerap naik.

WGC: Emas Terbukti Tahan di Berbagai Krisis

Rekam jejak emas sebagai aset defensif bukan klaim baru. WGC mencatat pola yang berulang: setiap kali Indonesia menghadapi tekanan ekonomi signifikan, baik dari dalam maupun luar negeri, emas menjadi salah satu aset yang paling diminati. Laporan lembaga tersebut, sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia pada Kamis (14/5/2025), secara eksplisit menyebut emas sebagai pelindung nilai yang konsisten dalam berbagai siklus krisis.

Emas tersedia dalam beragam bentuk investasi di Indonesia, mulai dari emas batangan yang dijual Antam, tabungan emas digital, hingga instrumen berbasis emas di pasar modal. Ketersediaan berbagai kanal investasi ini membuat emas lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk investor ritel.

Dengan ketiga tekanan ekonomi yang masih membayangi sepanjang 2026, minat terhadap emas sebagai bagian dari portofolio investasi diperkirakan akan terus bertahan.

Penulis: Arif Budiman
Editor: Surya Dharma