Internasional

Putin dan Trump Yakin Perang Ukraina Hampir Usai, Zelensky: Rusia Malah Siapkan Serangan Baru

10
×

Putin dan Trump Yakin Perang Ukraina Hampir Usai, Zelensky: Rusia Malah Siapkan Serangan Baru

Sebarkan artikel ini

Teras News — Selasa (12/5/2026), dua pemimpin dari dua negara besar menyuarakan optimisme yang nyaris seragam: perang Ukraina akan segera berakhir. Namun di Kyiv, Presiden Volodymyr Zelensky justru memperingatkan hal yang sebaliknya.

Dari Moskow, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyampaikan bahwa kerja sama trilateral antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat telah menghasilkan kemajuan nyata. “Akumulasi landasan dalam hal proses perdamaian ini memungkinkan kami untuk mengatakan bahwa penyelesaian memang sudah mendekat,” kata Peskov kepada wartawan.

Pernyataan Peskov itu memperkuat sinyal yang sebelumnya sudah disampaikan langsung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Akhir pekan lalu, Putin menyatakan dengan ringkas: “Saya pikir masalah ini akan segera berakhir.”

Trump Ikut Bicara Sebelum Terbang ke China

Pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump juga melontarkan pernyataan senada saat meninggalkan Gedung Putih sebelum bertolak ke China. “Akhir dari perang di Ukraina benar-benar saya pikir sudah sangat dekat,” ujar Trump, meski tanpa merinci poin-poin kesepakatan yang dimaksud.

Konflik Rusia-Ukraina yang kini memasuki tahun kelima pecah sejak Februari 2022, ketika Rusia melancarkan invasi penuh ke wilayah Ukraina. Perang ini telah menewaskan puluhan ribu orang dari kedua pihak dan memaksa jutaan warga Ukraina mengungsi ke negara-negara Eropa.

Zelensky: Kami Bersiap untuk Serangan Baru

Zelensky tidak berbagi optimisme itu. Presiden Ukraina justru menyampaikan peringatan keras bahwa Rusia sama sekali tidak menunjukkan niat untuk berhenti berperang.

“Rusia tidak memiliki niat untuk mengakhiri perang ini. Dan kami, sayangnya, sedang bersiap untuk serangan-serangan baru,” kata Zelensky.

Pernyataan Zelensky mencerminkan kebuntuan yang masih mengakar kuat di meja perundingan. Rusia, yang kini menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina, menuntut penyerahan wilayah tambahan sebagai syarat perdamaian. Kyiv menolak dan menuntut penarikan total seluruh pasukan Rusia dari tanah Ukraina. Dua posisi yang hingga kini belum menemukan titik temu.

Putin Buka Pintu Pertemuan Langsung dengan Zelensky

Di tengah perbedaan tajam itu, Peskov menyampaikan bahwa Putin tetap bersedia bertemu langsung dengan Zelensky, setelah proses persiapan selesai dilakukan.

“Dan untuk finalisasi tersebut, guna memberikan titik akhir sepenuhnya, masih banyak pekerjaan persiapan yang perlu dilakukan,” ujar Peskov. Ia juga menyebut bahwa perang bisa berakhir kapan saja, asalkan Zelensky mengambil keputusan yang diperlukan.

Kalimat terakhir dari Moskow itu, yang menempatkan beban keputusan di pundak Zelensky, kemungkinan besar justru akan mempersulit diplomasi lebih jauh. Ukraina selama ini menolak segala narasi yang mengharuskan mereka menyerahkan wilayah yang sudah dikuasai Rusia secara militer.

Publik internasional kini menantikan apakah pertemuan langsung antara Putin dan Zelensky benar-benar akan terwujud, dan apakah negosiasi trilateral yang disebut Kremlin itu cukup kuat untuk menjembatani kesenjangan yang terbentang antara dua posisi yang selama ini saling berseberangan.

Penulis: Dian Permata
Editor: Ratna Dewi