Berita

Festival Rujak Uleg 2026 Surabaya: Ribuan Warga Rayakan HJKS ke-733 di Cobek Raksasa

14
×

Festival Rujak Uleg 2026 Surabaya: Ribuan Warga Rayakan HJKS ke-733 di Cobek Raksasa

Sebarkan artikel ini

Teras News — Ribuan warga Surabaya tumpah ruah ke Surabaya Expo Center pada Sabtu (9/5) malam, menyaksikan dan terlibat langsung dalam Festival Rujak Uleg 2026 yang menjadi salah satu puncak perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Aroma terasi, petis, dan potongan buah segar memenuhi udara ruangan yang berubah menjadi lautan manusia malam itu.

Festival tahun ini tampil dengan tema Rujak Phoria, sebuah permainan kata dari “euforia” yang digabungkan dengan identitas kuliner khas kota. Cobek-cobek berukuran raksasa kembali menjadi pusat pergelaran, diiringi sorak penonton dan gemerlap kostum bertema sepak bola dunia.

Wali Kota Eri Cahyadi Hadir di Tengah Warga

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turun langsung berbaur bersama warga di arena festival. Ia tidak berdiri di atas panggung formal, melainkan berinteraksi langsung dengan pengurus RW, komunitas kampus, dan pelaku usaha yang hadir malam itu.

Festival Rujak Uleg bukan sekadar acara kuliner tahunan. Pemerintah Kota Surabaya memposisikan perhelatan ini sebagai ruang publik kolektif, tempat berbagai lapisan masyarakat bertemu dalam satu tradisi yang sama. Rujak cingur, hidangan khas Surabaya yang terbuat dari irisan buah, sayuran rebus, lontong, tahu, tempe, dan cingur (hidung atau moncong sapi) yang disiram bumbu petis, tampil bukan sebagai sekadar makanan lama, melainkan sebagai penanda identitas kota yang terus hidup.

Lolos Seleksi KEN 2025 Kemenpar RI

Festival ini sebelumnya telah mendapat pengakuan nasional setelah lolos seleksi Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 dari Kementerian Pariwisata RI, sebuah program kurasi acara daerah unggulan yang dipromosikan oleh pemerintah pusat.

Tema Rujak Phoria disebut sebagai strategi kultural untuk menghubungkan tradisi lokal Surabaya dengan imajinasi yang lebih luas. Di tengah arus modernisasi kota besar, festival ini dirancang agar tradisi uleg rujak tidak sekadar menjadi tontonan nostalgia.

Suasana Sabtu malam di Surabaya Expo Center itu riuh oleh tepuk tangan dan sorakan, menyatu dengan aroma bumbu yang menguar dari cobek-cobek raksasa. Bagi warga yang hadir, malam itu bukan hanya soal menyaksikan tradisi, tetapi turut merayakannya sebagai bagian dari kota yang sedang berusia 733 tahun.

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Surya Dharma