Teras News — Garudayaksa FC resmi menjadi juara Liga 2 musim 2025-2026 setelah menundukkan PSS Sleman melalui adu penalti dengan skor 4-3 di final Championship Liga 2 yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026).
Kemenangan itu sekaligus mengantarkan Garudayaksa FC promosi ke Super League, kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Adu Penalti Tentukan Nasib Dua Klub
Laga final malam itu berlangsung dramatis. PSS Sleman dan Garudayaksa FC tidak mampu saling membobol hingga waktu reguler usai, memaksa wasit membawa pertandingan ke babak adu penalti. Di sinilah perbedaan terjadi. Garudayaksa FC tampil lebih dingin di titik putih, mengeksekusi empat tendangan dengan sempurna sementara PSS Sleman gagal di satu kesempatan.
Baca Juga:
Asep Berlian menjadi salah satu wajah kegembiraan malam itu. Pemain Garudayaksa FC itu terekam membawa trofi juara saat penganugerahan berlangsung di tengah lapangan Stadion Maguwoharjo, seperti dilaporkan Antara.
Kandang Sendiri Tak Cukup untuk PSS Sleman
PSS Sleman harus menelan pil pahit di hadapan pendukungnya sendiri. Stadion Maguwoharjo yang berada di Sleman adalah kandang bagi Elang Jawa, julukan PSS, namun keunggulan tempat bermain tidak cukup untuk membendung determinasi Garudayaksa FC.
Riko Simanjuntak terlihat berduel keras memperebutkan bola dengan Muhammad Bagus Nirwanto dari Garudayaksa FC sepanjang pertandingan, mencerminkan betapa ketatnya persaingan dua tim di final tersebut. Sayang, perjuangan keras itu belum berbuah gelar bagi PSS.
Garudayaksa FC Melangkah ke Super League
Promosi ke Super League adalah hadiah terbesar dari gelar juara ini. Garudayaksa FC kini berhak bersaing di level tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia pada musim berikutnya, bertemu klub-klub yang selama ini hanya bisa mereka saksikan dari jarak jauh.
PSS Sleman, yang musim lalu berkompetisi di level yang lebih tinggi, harus menerima kenyataan bahwa perjalanan mereka kembali ke papan atas belum berhasil musim ini. Kekalahan di final tentu menjadi pukulan berat bagi skuad maupun pendukung setia mereka.
Dengan trofi Liga 2 2025-2026 sudah resmi berpindah tangan, perhatian publik sepak bola Indonesia kini tertuju pada persiapan Garudayaksa FC menghadapi tantangan yang jauh lebih berat di Super League musim depan.
Editor: Surya Dharma