Teras News — Kamis (30/4) pagi, anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi Gerindra, H Khilmi, tiba di Gudang Bulog Babat, Lamongan, tanpa pemberitahuan sebelumnya. Legislator asal Gresik itu datang untuk mengecek langsung kondisi cadangan beras pemerintah yang mencakup wilayah kerja tiga kabupaten: Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban.
Hasilnya: stok beras dinyatakan stabil, bahkan melampaui volume yang tercatat pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Tiga Kabupaten Dipantau dari Satu Gudang
Gudang Bulog Babat menjadi titik simpul penyimpanan beras untuk kebutuhan distribusi di Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban. Selama sidak, Khilmi memeriksa langsung kondisi fisik gudang, kualitas beras yang tersimpan, serta kesiapan komoditas pangan lain yang masuk kategori cadangan pangan pemerintah (CPP).
Baca Juga:
Kepada Pemimpin Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro, Umar Said, Khilmi menyampaikan pesan tegas: tanggung jawab Bulog bukan hanya soal jumlah, tapi juga mutu. “Kita ingin memastikan cadangan pangan pemerintah (CPP) dikelola dengan standar yang baik dan stoknya mencukupi untuk masyarakat, sehingga tidak ada kekhawatiran di tengah masyarakat,” ujarnya.
Bulog menyalurkan beras melalui dua skema utama: program bantuan pangan langsung kepada masyarakat penerima manfaat, serta skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), yaitu mekanisme distribusi yang dirancang untuk meredam lonjakan harga beras di pasaran.
Pengawasan DPR Turun ke Lapangan
Khilmi menyebut kunjungan ini sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR yang harus dijalankan secara aktif, bukan sekadar di atas kertas. “Sidak ini merupakan bentuk pengawasan aktif agar distribusi beras berjalan lancar dan tepat sasaran,” katanya.
Ia mendorong agar koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bulog diperkuat secara berkelanjutan. Tujuannya satu: memastikan kebijakan ketahanan pangan nasional benar-benar sampai ke tingkat daerah, khususnya di wilayah Gresik dan Lamongan, Jawa Timur.
Kecukupan stok beras di gudang Bulog daerah kerap menjadi indikator awal kondisi ketahanan pangan suatu wilayah. Fluktuasi produksi padi akibat perubahan musim tanam atau gangguan distribusi dari sentra produksi bisa langsung memengaruhi ketersediaan di gudang penyangga seperti Babat.
Dengan volume cadangan yang kini disebut lebih tinggi dibanding tahun lalu, Khilmi berharap masyarakat di tiga kabupaten itu tidak perlu khawatir soal ketersediaan beras dalam waktu dekat.
Editor: Arif Budiman