Teras News — Ratusan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Pekalongan segera punya kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana (S1) maupun magister (S2) tanpa harus meninggalkan pekerjaan mereka. Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan membuka program akselerasi pendidikan yang memungkinkan peserta menyelesaikan studi dalam waktu lebih singkat dari normal.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan, Sukirman, saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di lapangan belakang Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Sabtu (2/5/2026).
“Melalui program akselerasi ini, peserta tetap dapat bekerja seperti biasa, namun masa studi dipersingkat dan ijazah yang diperoleh tetap legal. Ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas diri,” jelas Sukirman.
Baca Juga:
MoU dengan Perguruan Tinggi Segera Ditandatangani
Sebelum program resmi berjalan, pemerintah daerah akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pihak perguruan tinggi mitra. Informasi teknis soal pendaftaran dan mekanisme studi baru akan diumumkan secara resmi setelah MoU rampung.
Program akselerasi semacam ini umumnya memangkas durasi studi lewat skema penghargaan jam belajar, rekognisi pengalaman kerja, atau pemadatan kurikulum. Dengan pola itu, ASN yang sudah bertahun-tahun bekerja tidak perlu mengulang materi dari awal.
Angka Anak Tidak Sekolah Juga Jadi Prioritas
Peningkatan kualitas ASN bukan satu-satunya agenda pendidikan yang Sukirman soroti. Penurunan angka anak tidak sekolah di wilayah Kabupaten Pekalongan juga masuk dalam daftar prioritas yang ia tekankan di hadapan peserta upacara.
“Penurunan angka anak tidak sekolah menjadi kewajiban kita bersama. Semua anak di Kabupaten Pekalongan harus terlayani pendidikan dengan baik,” tegasnya.
Untuk mewujudkan target itu, pemerintah daerah berencana memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak. Langkah itu disebut Sukirman sebagai bagian dari upaya menghadirkan sistem pendidikan yang lebih inklusif di Kabupaten Pekalongan.
Publik kini menunggu pengumuman resmi pasca penandatanganan MoU, termasuk nama perguruan tinggi mitra dan kuota peserta yang akan dibuka dalam program akselerasi tersebut.
Editor: Surya Dharma