Berita

Peringkat Literasi Jateng Anjlok ke Posisi 26 Nasional, Nawal Yasin Genjot TKM Lewat Perpusda Kudus

14
×

Peringkat Literasi Jateng Anjlok ke Posisi 26 Nasional, Nawal Yasin Genjot TKM Lewat Perpusda Kudus

Sebarkan artikel ini

Teras News — Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Jawa Tengah kini terpuruk di peringkat 26 nasional dengan skor 57,11, jauh dari posisi terbaik provinsi ini yang pernah menempati urutan kedua secara nasional. Angka Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) pun tidak lebih baik, hanya berada di peringkat 11 dengan skor 38,86.

Kondisi itu mendorong Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, turun langsung ke lapangan. Jumat (1/5/2026), Nawal mengunjungi Gedung Layanan Perpustakaan Umum (Perpusda) Kabupaten Kudus untuk meninjau fasilitas sekaligus mendorong penguatan program literasi daerah. Kunjungan itu sesuai arahan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

Target Kembali Peringkat Dua Nasional

Nawal tidak menyembunyikan ambisinya. Di hadapan pengelola perpustakaan dan pengunjung Perpusda Kudus, ia menyebut posisi Jawa Tengah saat ini sudah tertinggal dari Banten.

“Kita berjuang bisa kembali peringkat dua, saat ini kita posisi bawah setelah Banten,” kata Nawal, yang merupakan istri Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen.

Nawal mendampingi kunjungan bersama Bunda Literasi Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani Sam’ani Intakoris. Ia mengapresiasi wujud fisik gedung perpustakaan baru itu dan berharap fasilitasnya mampu menarik warga untuk datang dan membaca lebih aktif.

“Kita apresiasi gedung Perpustakaan baru Kabupaten Kudus ini, kita berharap fasilitas ruang baca yang nyaman dan inklusif yang ada di sini, akan menarik minat baca masyarakat. Sehingga TKM dan IPLM Jawa Tengah akan kembali di peringkat dua nasional,” jelas Nawal.

Selama kunjungan, Nawal juga meminta pengelola memperbanyak event untuk mengundang warga datang. Satu permintaan khusus ia sampaikan: literasi baca dan tulis Al-Qur’an harus masuk dalam program perpustakaan, mengingat Kudus dikenal sebagai kota santri.

47.267 Buku, 700 Pengunjung Per Hari di Puncak Kunjungan

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus, Mutrikah, membeberkan kondisi terkini Perpusda yang baru diresmikan itu. Per April 2026, koleksi buku cetak mencapai 47.267 eksemplar dengan 32.962 judul. Total pengunjung tercatat 32.557 orang, dengan puncak kunjungan harian menyentuh 700 orang.

“Ada ruang multimedia dan komputer, sebuah area yang dilengkapi komputer dan akses WiFi, cocok untuk mengerjakan tugas. Ada koleksi buku terlengkap, termasuk rujukan. Untuk layanan sirkulasi ada peminjaman, ada juga perpustakaan keliling jemput bola ke sekolah,” kata Mutrikah.

Fasilitas lain yang tersedia antara lain ruang baca dan bermain anak, serta bioskop atau teater mini untuk pemutaran film edukasi bertema kesehatan, anak, dan anti-bullying. Nawal secara khusus mengapresiasi penataan ruang baca anak yang dinilai mampu menarik minat baca sejak usia dini.

Program literasi ini berjalan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Nawal menyebut kunjungan ke Kudus sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Bunda Literasi Jateng untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di semua daerah. Target peringkat dua nasional kini menjadi tolok ukur yang ingin dicapai bersama oleh seluruh daerah di provinsi itu.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Ratna Dewi