Teras News — 31 kemenangan tanpa satu pun kekalahan. Itulah catatan David Benavidez saat memasuki pertarungan paling ambisius dalam kariernya, melawan Gilberto “Zurdo” Ramirez yang membawa rekor 48 menang dan 1 kalah ke atas ring kelas jelajah (cruiserweight) pada 2 Mei mendatang.
World Boxing Council (WBC) mengumumkan duel dua juara dunia itu resmi terkonfirmasi. Benavidez, juara kelas berat ringan WBC, memilih naik kelas untuk menantang Ramirez yang memegang sabuk WBA dan WBO di divisi cruiserweight. Pengumuman ini dirilis di laman resmi WBC dan dipantau di Jakarta, Kamis.
Dua Rekor Menakutkan Bertemu di Satu Ring
Angka bicara keras di pertarungan ini. Benavidez mencatatkan 25 kemenangan KO dari total 31 kemenangan tanpa kekalahan. Ramirez, petinju kidal asal Meksiko, menorehkan 30 KO dari 48 kemenangan dengan hanya satu kekalahan dalam seluruh kariernya.
Baca Juga:
WBC mendeskripsikan Benavidez sebagai petinju dengan “pukulan paling menakutkan di planet ini.” Kecepatan tangan yang tidak lazim untuk tubuh seukurannya, ditambah insting penyelesaian yang dingin, mengantarkan petinju keturunan Meksiko-Amerika itu mendominasi kelas 168 pon sebelum merambah kelas berat ringan. Kini ia membidik mahkota ketiga di divisi lebih berat.
Ramirez menempuh jalur berbeda. Gaya kidal yang elegan, dikombinasikan dengan volume pukulan yang tak pernah surut, mengukir namanya di kelas super menengah dan berat ringan sebelum akhirnya ia bertakhta di cruiserweight dengan dua sabuk sekaligus.
Latar Uji Tanding yang Mengubah Duel Ini
Yang membuat pertarungan 2 Mei berbeda dari duel juara dunia kebanyakan adalah sejarah tersembunyi keduanya. Bertahun-tahun sebelum nama mereka terpampang di poster besar, Benavidez dan Ramirez pernah berlatih bersama dalam uji tanding tertutup yang intens.
Sesi-sesi itu, yang hanya disaksikan dari balik dinding sasana, membentuk rasa saling mengenal yang sangat dalam. Keduanya sudah hafal kekuatan, teknik, dan mentalitas masing-masing. WBC menyebut pengetahuan bersama ini akan menghilangkan fase penjajakan sejak bel pertama berbunyi.
“Tidak perlu ada saling ejek yang tidak perlu, karena bakat mereka sudah berbicara sendiri. Ini adalah duel para pemberani di luar ring yang akan berubah menjadi binatang buas di dalamnya, menghormati tradisi pertarungan-pertarungan besar dalam tinju,” tulis WBC dalam pernyataannya.
Pertaruhan Supremasi Tinju Meksiko dan Meksiko-Amerika
Di luar gelar dan sabuk, WBC membingkai pertarungan ini sebagai perebutan supremasi tinju antara dua identitas: Meksiko yang diwakili Ramirez, dan Meksiko-Amerika yang diwakili Benavidez. Keduanya mewarisi tradisi tinju keras gaya Meksiko yang selama dekade terakhir mendominasi panggung tinju dunia.
WBC menyebut konfrontasi 2 Mei sebagai salah satu yang paling dinantikan dalam beberapa tahun terakhir di divisi kelas jelajah. Publik tinju kini menghitung hari untuk menyaksikan apakah Benavidez mampu menuntaskan penaklukan lintas divisi, atau Ramirez mempertahankan kekuasaannya atas dua sabuk sekaligus.
Editor: Surya Dharma