Teras News — Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Surabaya mencatat 85 ton sampah berhasil dikelola setiap tahun melalui Program Lentera Pagesangan di Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Jambangan, Surabaya. Program berbasis ekonomi sirkular ini sekaligus menekan angka pencemaran air dan mendorong penghasilan warga sekitar wilayah operasional terminal.
Masalah yang melatarbelakangi program ini terbilang serius. Warga setempat terbiasa membuang limbah rumah tangga langsung ke sungai, tanpa ada sistem pengendalian limbah domestik. Kondisi ekonomi yang lemah dan tingginya angka pengangguran memperparah situasi, memicu persoalan sosial mulai dari kekerasan dalam rumah tangga hingga penelantaran anak dan konflik antarwarga.
Eceng Gondok hingga Budidaya Ikan Jadi Solusi Pencemaran Sungai
Lentera Pagesangan dirancang untuk membalik kondisi itu. Limbah domestik yang semula menjadi sumber masalah diubah menjadi sumber daya bernilai melalui integrasi empat elemen: pemanfaatan eceng gondok, pengolahan air limbah, budidaya ikan, dan pengelolaan sampah.
Baca Juga:
Area Manager Comm Rel. & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan filosofi di balik program ini. “Perusahaan melihat bahwa keberadaan operasional di wilayah Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Surabaya perlu diiringi dengan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Senin (30/4/2026).
Ahad menegaskan, dorongan utama perusahaan bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi. Program ini, kata dia, dirancang agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
267 Penerima Manfaat Langsung, Mayoritas Perempuan dan Lansia
Program ini menyasar lima kategori kelompok rentan. Sebanyak 179 perempuan dengan keterbatasan akses sosial menjadi kelompok terbesar. Berikutnya, 23 orang lansia, 23 warga bantaran dengan keterbatasan akses geografis, 30 anak-anak, dan 5 orang dari kelompok warga miskin dengan kerentanan aset ekonomi turut terlibat.
Secara keseluruhan, program ini menjangkau 267 penerima manfaat langsung dan 572 penerima manfaat tidak langsung. Total 302 individu dari kelompok rentan tercatat terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung.
TDS Turun 16.728 mg/L per Tahun, Penghematan Air 345,21 Meter Kubik
Dari sisi lingkungan, angka-angka yang dicatat program ini cukup terperinci. Total Dissolved Solids (TDS), yakni ukuran partikel terlarut dalam air yang menjadi indikator kualitas air, berhasil dikurangi sebanyak 16.728 miligram per liter per tahun. Penghematan air mencapai 345,21 meter kubik per tahun. Dari 85 ton sampah yang terkelola, sebanyak 83 kilogram di antaranya merupakan sampah organik yang dimanfaatkan kembali.
Program ini juga memangkas biaya yang biasanya dikeluarkan untuk menurunkan pencemaran air sebesar Rp 911.418 per tahun. Penghasilan rata-rata penerima manfaat langsung terdorong naik sebesar Rp 210.000 per orang per bulan.
Dengan capaian itu, Lentera Pagesangan bukan sekadar program pengelolaan lingkungan, melainkan juga instrumen pemberdayaan ekonomi warga bantaran yang selama ini paling rentan terhadap dampak pencemaran sungai.
Editor: Arif Budiman