Internasional

Harga Minyak Dunia Tembus USD 107 per Barel Setelah Perundingan AS-Iran Gagal

13
×

Harga Minyak Dunia Tembus USD 107 per Barel Setelah Perundingan AS-Iran Gagal

Sebarkan artikel ini

Teras News — Harga minyak dunia melonjak tajam ke level USD 107 per barel pada Senin (27/4/2026) pagi, membawa tekanan baru bagi konsumen dan industri yang bergantung pada pasokan energi global. Kenaikan harga ini terjadi di tengah kabar kolapsnya rencana putaran kedua perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Perdagangan pagi hari di pasar Asia mencatat lonjakan signifikan setelah laporan kegagalan negosiasi itu beredar luas. Perundingan damai AS-Iran selama ini dipantau ketat oleh pelaku pasar energi karena berkaitan langsung dengan prospek pasokan minyak dari Iran, salah satu produsen besar di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan Geopolitik Dorong Harga Energi Naik

Kegagalan perundingan mempertebal ketidakpastian soal pasokan minyak global. Ketika hubungan AS dan Iran memanas, kekhawatiran terhadap gangguan distribusi energi dari kawasan Teluk Persia langsung mendorong harga barel ke atas. Pasar energi sangat sensitif terhadap sinyal-sinyal geopolitik dari wilayah yang menyumbang porsi besar produksi minyak dunia.

Lonjakan harga minyak ke kisaran USD 107 per barel berpotensi memengaruhi biaya produksi berbagai industri, mulai dari transportasi, manufaktur, hingga kebutuhan rumah tangga. Di negara-negara yang masih mensubsidi bahan bakar, tekanan fiskal pemerintah bisa ikut meningkat jika harga minyak mentah bertahan di level tinggi dalam waktu lama.

Mata Dunia Kini Tertuju ke Langkah Berikutnya

Belum ada kepastian kapan perundingan AS-Iran akan dilanjutkan atau apakah kedua pihak akan kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat. Ketidakjelasan itulah yang kini menggantung di pasar energi dan menjadi variabel utama yang menentukan arah harga minyak dalam beberapa pekan ke depan.

Pasar energi global terus berfluktuasi mengikuti dinamika hubungan kedua negara tersebut. Harga minyak akan sangat bergantung pada perkembangan diplomatik selanjutnya antara Washington dan Teheran.

Penulis: Indah Lestari
Editor: Surya Dharma