Teras News — Harga Pertamax dan Pertamax Green di SPBU Pertamina bertahan tanpa perubahan hingga pekan terakhir April 2026, meski konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus berlangsung sejak akhir Februari lalu. Pertamax masih dijual Rp12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green berada di angka Rp12.900 per liter.
Kenaikan justru terjadi pada tiga produk nonsubsidi lainnya. Per Sabtu (18/4/2026), Pertamax Turbo melonjak dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter. Dexlite naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jakarta
Berikut harga BBM di SPBU Pertamina yang berlaku di Jakarta, dikutip dari laman resmi Pertamina pada Senin ini:
Baca Juga:
Pertalite Rp10.000 per liter. Solar subsidi Rp6.800 per liter. Pertamax Rp12.300 per liter. Pertamax Green Rp12.900 per liter. Pertamax Turbo Rp19.400 per liter. Dexlite Rp23.600 per liter. Pertamina Dex Rp23.900 per liter.
BP Ikut Naikkan Harga Solar, Shell dan Vivo Mulai Kekurangan Stok
SPBU BP menerapkan pola serupa. BP Ultimate dijual Rp12.930 per liter dan BP 92 Rp12.390 per liter. Untuk jenis solar, BP Ultimate Diesel melonjak dari Rp14.620 menjadi Rp25.560 per liter.
Kondisi berbeda dialami Shell dan Vivo. Kedua operator SPBU swasta itu belum mengumumkan penyesuaian harga sejak konflik AS-Israel dengan Iran pecah. Shell terakhir memperbarui harga pada 1 Maret 2026, dengan Shell Super Rp12.390 per liter dan V-Power Diesel Rp14.620 per liter. Revvo 92 milik Vivo masih di Rp12.390 per liter, Revvo 95 Rp12.930 per liter, dan Diesel Primus Rp14.610 per liter.
Namun diam-diam, kedua SPBU itu menghadapi masalah pasokan. Shell dilaporkan mengalami kelangkaan stok BBM secara umum, sedangkan Vivo mulai kekurangan pasokan khusus untuk jenis solar dan BBM RON 95.
Perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berdampak langsung pada volatilitas harga minyak mentah dunia. Iran adalah salah satu produsen minyak terbesar di kawasan Teluk, dan setiap eskalasi konflik di wilayah itu secara historis memicu lonjakan harga di pasar energi global. Kenaikan tajam pada produk diesel seperti Dexlite dan Pertamina Dex diduga berkaitan erat dengan tekanan harga minyak mentah yang masih berlanjut.
Publik masih menunggu apakah Shell dan Vivo akan segera menyesuaikan harga sekaligus mengatasi kelangkaan stok yang mulai dirasakan konsumen di sejumlah SPBU.
Editor: Surya Dharma