Berita

640 Huntara Dibangun Hutama Karya untuk Korban Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar

14
×

640 Huntara Dibangun Hutama Karya untuk Korban Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sebarkan artikel ini

Teras News — 640 unit hunian sementara (huntara) — itu yang sedang dibangun PT Hutama Karya (Persero) untuk warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Perusahaan pelat merah yang selama ini dikenal menggarap Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) itu kini turun langsung ke area bencana, membantu percepatan pemulihan korban di luar urusan infrastruktur jalan.

Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero), Koentjoro, menyampaikan hal ini dalam dialog di program Nation Hub, CNBC Indonesia, Rabu (22/4). Ia menjelaskan peran ganda perusahaan: mengerjakan proyek tol lintas Sumatera sekaligus merespons kebutuhan darurat warga terdampak bencana di wilayah yang dilintasi jalur tol tersebut.

JTTS Sudah Terbangun 110 Km, Sambungkan Ruas yang Selama Ini Terputus

Hutama Karya mendapat penugasan membangun JTTS sejak 2014 lewat Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014. Tol ini dirancang membentang lebih dari 2.800 kilometer, menghubungkan Lampung di selatan hingga Aceh di ujung utara Pulau Sumatera.

Hingga 2024, sepanjang 110 kilometer ruas telah berhasil dibangun. Koentjoro menyebut salah satu dampak paling terasa dari ruas Bakauheni, Lampung menuju Palembang: perjalanan yang dulu memakan waktu sekitar 10 jam kini bisa ditempuh hanya sekitar 4 jam. Bukan cuma soal waktu — di sepanjang koridor tol itu, pasar, perumahan, dan sekolah ikut berkembang.

“Pembangunan JTTS telah berhasil menyambungkan konektivitas sejumlah ruas jalan nasional yang terputus sehingga dapat membantu proses distribusi barang hingga mendorong perekonomian kawasan,” kata Koentjoro.

Rp 124 Triliun PDB dan 3,9 Juta Tenaga Kerja Terserap

Angka-angka di balik proyek ini tidak kecil. JTTS diklaim mampu menyerap tenaga kerja sekitar 3,9 juta pekerja, baik di sektor konstruksi maupun operasional. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Pulau Sumatera tercatat mencapai Rp 124 triliun.

Hutama Karya juga memastikan pembangunan tol ini berjalan dengan program green construction, sebuah pendekatan yang diklaim tidak mengganggu kawasan konservasi alam di sepanjang koridor JTTS.

Bencana Banjir Perluas Peran Hutama Karya di Sumatera

Ketika banjir melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Hutama Karya tidak hanya fokus pada pekerjaan konstruksi. Perusahaan mengambil bagian dalam dua hal sekaligus: mempercepat pembangunan jalan di area terdampak dan membangun 640 hunian sementara bagi korban bencana.

Bagi warga yang rumahnya rusak atau terendam, kehadiran huntara menjadi kebutuhan mendesak — tempat bernaung sambil menunggu proses pemulihan berjalan. Ratusan keluarga yang kehilangan hunian kini bergantung pada kecepatan realisasi pembangunan tersebut.

Pembangunan huntara oleh Hutama Karya ini menjadi bagian dari respons korporasi terhadap bencana di wilayah operasional mereka. Seberapa cepat 640 unit itu rampung dan siap ditempati warga terdampak akan menjadi tolok ukur nyata dari komitmen tersebut.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma