Internasional

Spirit Airlines Tutup Setelah 34 Tahun Beroperasi, Harga Avtur Melonjak Imbas Perang AS-Israel dengan Iran

11
×

Spirit Airlines Tutup Setelah 34 Tahun Beroperasi, Harga Avtur Melonjak Imbas Perang AS-Israel dengan Iran

Sebarkan artikel ini

Teras NewsSpirit Airlines, maskapai bertarif murah asal Amerika Serikat, menghentikan seluruh operasionalnya setelah 34 tahun mengudara. Penutupan ini dipicu oleh lonjakan harga avtur yang merupakan dampak langsung dari konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Bagi jutaan penumpang kelas menengah Amerika yang selama ini mengandalkan tiket murah Spirit, keputusan ini terasa tiba-tiba. Padahal di baliknya ada tekanan biaya operasional yang terus membengkak sejak eskalasi perang menyentuh pasar energi global.

Avtur Jadi Pemicu Langsung Kolapsnya Maskapai

Avtur adalah komponen biaya terbesar maskapai penerbangan, bisa menyumbang 20 hingga 30 persen dari total pengeluaran operasional. Ketika harga minyak melonjak akibat ketegangan militer di Timur Tengah, maskapai berbiaya rendah seperti Spirit paling rentan terpukul karena margin keuntungan mereka memang tipis sejak awal. Model bisnis Spirit bertumpu pada volume penumpang besar dengan harga tiket rendah, bukan pada keuntungan per kursi yang tebal.

Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran mengguncang pasar energi, mendorong harga minyak mentah naik dan secara langsung mendongkrak biaya bahan bakar penerbangan. Spirit tidak mampu menanggung selisih antara biaya operasional yang membengkak dengan pendapatan yang tidak cukup naik mengikutinya.

Respons Pemerintah Trump

Pemerintahan Donald Trump telah memberikan respons terkait penutupan Spirit Airlines, sebagaimana dilaporkan Sindonews. Namun, detail pernyataan resmi dari pihak Gedung Putih tidak dirinci lebih jauh dalam informasi yang tersedia.

Spirit Airlines berdiri selama tiga dekade lebih dan menjadi salah satu pilihan utama penumpang yang mengutamakan tarif rendah di rute-rute domestik Amerika Serikat. Kini, dengan tutupnya maskapai ini, persaingan di segmen penerbangan murah AS berkurang satu pemain besar.

Nasib karyawan Spirit dan penumpang yang sudah memesan tiket ke depan masih menjadi pertanyaan yang membutuhkan jawaban resmi dari manajemen maskapai maupun otoritas penerbangan Amerika Serikat.

Penulis: Siti Rahma
Editor: Arif Budiman