Teras News — Korban tewas akibat gempa Venezuela mencapai 920 jiwa, sementara lebih dari 50.000 orang masih belum ditemukan hingga 27 Juni 2026. Angka itu terus bergerak sejak gempa kembar dahsyat mengguncang negara itu pada 25 Juni lalu.
Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, menyebut sebanyak 3.360 orang mengalami luka-luka. Masih ada 172 orang yang terjebak di bawah reruntuhan, sementara 3.007 lainnya terpaksa mengungsi meninggalkan tempat tinggal mereka.
Kerusakan bangunan terjadi di ratusan titik. Rodriguez merinci, 383 bangunan rusak berat, termasuk 13 rumah sakit dan 25 pusat perbelanjaan. Lebih dari 1.000 fasilitas lainnya mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Baca Juga:
Angka 50.000 orang hilang bersumber dari sebuah situs web yang khusus dibuat untuk menampung laporan warga tentang orang-orang yang belum berhasil ditemukan. Jumlah itu mencerminkan betapa luasnya dampak bencana ini di lapangan.
Pelaksana tugas presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, mengumumkan bahwa negara bagian La Guaira, salah satu wilayah yang paling parah terdampak, kini berada di bawah kendali militer. Langkah itu diambil untuk memperlancar operasi penyelamatan sekaligus menjaga keamanan di tengah kekacauan pascagempa.
Bantuan internasional mulai berdatangan. Hingga Jumat sore, 871 pekerja penyelamat dari berbagai negara telah tiba di Venezuela untuk bergabung dalam operasi pencarian dan pertolongan korban yang masih berlangsung.
Berita Terkait
Editor: Arif Budiman