Internasional

920 Tewas dan 50.000 Hilang, Gempa Venezuela Rusak Aset Senilai US$6,7 Miliar

10
×

920 Tewas dan 50.000 Hilang, Gempa Venezuela Rusak Aset Senilai US$6,7 Miliar

Sebarkan artikel ini

Teras News — Caracas, Venezuela – Dua gempa besar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela pada 25 Juni 2026 meninggalkan kehancuran masif: 920 orang tewas, 3.360 luka-luka, dan lebih dari 50.000 orang dilaporkan hilang. Gempa kedua tercatat sebagai yang terkuat melanda negara itu dalam lebih dari satu abad terakhir.

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan kerugian langsung akibat dua gempa itu mencapai sekitar US$6,7 miliar. Di lapangan, kondisinya jauh lebih berat dari sekadar angka: 172 orang masih terjebak di bawah reruntuhan per 26 Juni, sementara tim penyelamat asing baru mulai tiba hampir dua hari setelah bencana.

Negara bagian La Guaira termasuk wilayah yang paling parah terdampak. Di sana, warga menggali puing-puing bangunan dengan tangan kosong karena alat berat hampir tidak ada dan kehadiran aparat pemerintah sangat terbatas. Jennifer Palacios (25), seorang warga La Guaira, mengungkapkan putranya yang berusia enam tahun beserta lima anggota keluarganya masih tertimbun reruntuhan kompleks apartemen Hugo Chavez — sebuah kawasan hunian bertingkat delapan menara.

“Komunitaslah yang berhasil menyelamatkan orang-orang hidup-hidup,” kata Palacios, dikutip dari Reuters pada 27 Juni 2026. “Kami membutuhkan mereka membawa derek untuk memindahkan lempengan beton. Masih ada orang-orang yang terjebak.”

Pada 26 Juni sore, wilayah tersebut kembali diguncang gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,9 yang getarannya terasa hingga ibu kota Caracas dan kota Maracay. Jurnalis Reuters yang berada di lokasi menyaksikan jalan raya yang retak, puluhan bangunan runtuh menjadi tumpukan beton dan besi, serta sejumlah reruntuhan yang dicat nama gedungnya menggunakan semprotan — penanda agar tim penyelamat bisa mengidentifikasi lokasi dengan cepat.

Relawan dari Caracas dan Valencia mengangkut bantuan menggunakan sepeda motor menuju daerah terdampak. Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, yang sebelumnya menjabat wakil presiden di bawah pemerintahan Nicolas Maduro, sempat mengapresiasi kerja para relawan. Namun kemudian ia meminta masyarakat umum tidak lagi menuju La Guaira karena kemacetan menghambat operasi penyelamatan. Pemerintah Venezuela juga mengumumkan penutupan jalan mulai pukul 20.00 waktu setempat, kecuali bagi tim penyelamat resmi dan yang telah terdaftar.

Di sisi administrasi, dampak bencana memaksa warga mengurus keperluan birokrasi di tengah kekacauan. Seorang pengacara bernama Ricardo Trias (73) tercatat berupaya memperoleh surat kematian bagi anak baptisnya di tengah kondisi yang masih kacau pascagempa.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma