Teras News — Cadangan beras di wilayah Serang, Banten, tercatat 38.610 ton — cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat hingga enam bulan ke depan. Angka itu terungkap saat Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Banten II, Annisa Mahesa, meninjau langsung gudang Bulog di Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Rabu (29/4/2026).
Kunjungan Annisa didampingi anggota DPRD Fraksi Gerindra Kabupaten Serang, Pimpinan Wilayah Bulog DKI & Banten Taufan Akib, serta Pimpinan Cabang Bulog Serang Eko Nugroho. Total cadangan beras secara keseluruhan di wilayah kerja gudang tersebut mencapai sekitar 234 ribu ton.
Beras SPHP Rp 12.500 per Kg hingga Bantuan 10 Kg untuk Warga Miskin
Annisa memeriksa langsung tiga jenis beras yang tersimpan di gudang. Pertama, cadangan beras pemerintah. Kedua, beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) seharga Rp 12.500 per kilogram. Ketiga, bantuan pangan berupa beras 10 kilogram yang sudah disalurkan kepada masyarakat desil 1 sampai 4 pada Februari dan Maret 2026.
Baca Juga:
Gudang itu juga menyimpan hasil serapan gabah dari petani lokal serta beras premium produksi PT Wilmar yang diproses menggunakan teknologi modern.
“Saya cukup puas. Tadi saya sempat mengecek langsung kualitas berasnya dan hasilnya sangat baik. Stok di Serang juga sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan beberapa bulan ke depan,” kata Annisa.
Bulog Pakai Sistem Digital SIMIRA dan Pola Jemput Bola ke Petani
Bulog Serang menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dan komoditas bersubsidi dilakukan berdasarkan data pemerintah secara by name by address, yakni distribusi yang menyasar penerima secara spesifik berdasarkan nama dan alamat terdaftar, bukan secara kolektif. Pengawasan distribusi dilakukan bersama Dinas Perdagangan dan aparat terkait melalui inspeksi rutin serta sistem digital SIMIRA.
Bulog juga menerapkan pola “jemput bola” dengan mendatangi langsung wilayah panen untuk menyerap hasil produksi petani. Cara ini ditempuh agar petani tidak bergantung pada tengkulak dalam menjual gabahnya.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman dan tersedia,” ujar Annisa menutup kunjungannya.
Peninjauan lapangan seperti ini lazim dilakukan anggota legislatif sebagai fungsi pengawasan, terutama untuk memantau realisasi program ketahanan pangan pemerintah di tingkat daerah. Stok 38.610 ton di Serang dan total cadangan 234 ribu ton di wilayah DKI-Banten menjadi indikator bahwa pasokan beras regional relatif stabil memasuki pertengahan 2026.
Editor: Ratna Dewi