Teras News — Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menjadi salah satu responden Sensus Ekonomi (SE) 2026 karena latar belakangnya sebagai pengusaha. Wawancara berlangsung di rumah dinas wakil bupati di Jalan Trunojoyo, Ponorogo, pada Kamis (18/6).
“Masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan informasi. Data yang diberikan dijamin kerahasiaannya oleh undang-undang serta tidak digunakan untuk keperluan perpajakan,” kata Lisdyarita, yang sebelum menjabat pernah berkarier di dunia perbankan dan memimpin sejumlah perusahaan.
Seperti responden pelaku usaha lainnya, Lisdyarita menghadapi serangkaian pertanyaan tentang jenis dan jaringan usaha, jumlah pekerja, serta skala keuangan. Petugas juga menggali soal digitalisasi bisnis, mulai dari penggunaan internet, pemasaran digital, hingga layanan pembayaran elektronik.
Baca Juga:
Data Sensus Jadi Pijakan Kebijakan UMKM Ponorogo
Bagi pelaku usaha kecil di Ponorogo, hasil sensus ini punya dampak konkret. Pemerintah kabupaten akan menjadikannya dasar pengambilan kebijakan, khususnya pengembangan UMKM dan pembukaan lapangan kerja.
“Hasil Sensus Ekonomi 2026 akan memberi gambaran seluruh kegiatan dan potensi ekonomi di berbagai sektor. Ini juga menjadi landasan kebijakan Pemkab Ponorogo dalam pengembangan UMKM dan penciptaan lapangan kerja baru,” jelas Lisdyarita.
Ia mengajak seluruh pelaku usaha di Ponorogo memberikan data secara jujur dan lengkap agar potret ekonomi daerah benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
1.319 Petugas Datangi Semua Skala Usaha hingga Agustus 2026
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Ponorogo Evi Tri Susanti menyebut SE 2026 berlangsung mulai 16 Juni hingga Agustus 2026. Sebanyak 1.319 petugas sensus diturunkan untuk mendatangi seluruh skala usaha.
“Di luar sektor pertanian karena ada sensus pertanian tersendiri,” ungkap Evi. Cakupan sensus meliputi usaha mikro dan kecil seperti UMKM dan startup, hingga perusahaan berskala besar.
Sensus ekonomi digelar setiap 10 tahun sekali. Tujuannya memotret struktur dan peta dasar seluruh kegiatan ekonomi nasional, mulai dari usaha mikro, skala kecil dan menengah, sampai korporasi besar, sehingga pemerintah punya data yang solid untuk perencanaan pembangunan ekonomi ke depan.
Editor: Ratna Dewi