Berita

Plt Bupati Lisdyarita Hadiri Parapatan PSHT Ponorogo, Minta Pengurus Baru Sinergi Bangun Daerah

9
×

Plt Bupati Lisdyarita Hadiri Parapatan PSHT Ponorogo, Minta Pengurus Baru Sinergi Bangun Daerah

Sebarkan artikel ini

Teras News — Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita hadir langsung di Padepokan PSHT Cabang Ponorogo pada Minggu (26/4/2026), menyaksikan gelaran Parapatan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo Pusat Madiun. Forum tertinggi organisasi di tingkat cabang itu menjadi ajang pemilihan kepengurusan baru sekaligus konsolidasi internal organisasi silat yang memiliki akar kuat di Ponorogo.

Parapatan, dalam tradisi organisasi PSHT, adalah mekanisme musyawarah resmi yang diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi. Forum ini menentukan arah kepemimpinan cabang untuk periode berikutnya.

Bunda Lis Minta PSHT Berkontribusi pada Pembangunan Ponorogo

Lisdyarita, yang akrab disapa Bunda Lis, menyampaikan harapan besar kepada keluarga besar PSHT Ponorogo. Bupati perempuan pertama di Ponorogo itu meminta organisasi turut berkontribusi nyata pada pembangunan daerah. “Karena parapatan menjadi momentum strategis dalam memperkuat tata kelola organisasi dan konsolidasi internal,” katanya di hadapan peserta parapatan.

Bunda Lis juga mengapresiasi peran PSHT selama ini dalam menjaga persaudaraan, membina generasi muda, menanamkan nilai kedisiplinan, dan ikut menjaga keamanan. Dia meyakini proses musyawarah di parapatan akan melahirkan pemimpin organisasi yang berkualitas. “Proses ini menjadi kunci lahirnya kepemimpinan yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan ke depan,” ujarnya.

Kepada kepengurusan yang akan terpilih, Bunda Lis menitipkan pesan agar mereka mampu bersinergi mendukung agenda pembangunan daerah. “Saya meyakini akan terpilih pengurus yang amanah, bijaksana, memiliki integritas, serta mampu membawa PSHT Ponorogo semakin maju dan solid,” imbuhnya. Dia menutup sambutannya dengan ajakan tegas: “Mari bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun Ponorogo yang hebat dan bermartabat.”

Ketua Cabang: Pemimpin Terpilih Harus Jadi Teladan

Ketua PSHT Cabang Ponorogo Pusat Madiun, Khomarudin, menegaskan bahwa parapatan bukan sekadar formalitas. Baginya, forum ini adalah wujud komitmen menjaga tata kelola organisasi yang tertib dan sesuai aturan.

“Siapapun yang akan terpilih menjadi Ketua PSHT Ponorogo harus memberikan kekuatan, contoh, serta teladan. Selain itu, memberikan kertas putih bersih seperti hati yang bersinar. Dan kertas ini harus kita tulis dengan tinta emas,” tegas Khomarudin.

Khomarudin juga menyambut baik kehadiran Bunda Lis dalam forum tersebut. Menurutnya, kehadiran itu mencerminkan dukungan pemerintah daerah terhadap program kemasyarakatan PSHT. “PSHT Cabang Ponorogo akan membersamai dan mendampingi pemimpin yang memiliki konsep jelas untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Ketua Umum PSHT Pusat Madiun Singgung Soal Legalitas Organisasi

Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Moerjoko HW, turut hadir dan menyampaikan bahwa parapatan bukan hanya soal suksesi kepemimpinan. Forum ini juga memperkuat legitimasi organisasi di tingkat cabang.

Moerjoko menyinggung dinamika legalitas yang tengah dihadapi organisasinya. Namun ia memastikan PSHT Pusat Madiun tetap berdiri di atas landasan hukum yang kuat. “PSHT Pusat Madiun tetap memiliki kekuatan hukum melalui kepemilikan hak merek yang sah,” tandasnya. Ia menegaskan warga PSHT Pusat Madiun tidak perlu gentar, karena identitas organisasi seperti nama, lambang, logo, dan atribut resmi PSHT telah terlindungi secara hukum.

Dengan selesainya parapatan cabang, PSHT Ponorogo kini menunggu terbentuknya kepengurusan definitif yang akan memimpin organisasi ke depan, sekaligus menindaklanjuti harapan sinergi yang disampaikan langsung oleh kepala daerah.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Arif Budiman