Berita

Menkomdigi Meutya Hafid Minta Warga Tak Sebar Konten Kecelakaan Kereta Bekasi yang Tewaskan 15 Orang

9
×

Menkomdigi Meutya Hafid Minta Warga Tak Sebar Konten Kecelakaan Kereta Bekasi yang Tewaskan 15 Orang

Sebarkan artikel ini

Teras News — Selasa (28/4) siang, di tengah duka akibat tabrakan kereta di Bekasi Timur yang merenggut 15 nyawa, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid turun langsung meminta masyarakat Indonesia menahan diri dari menyebarkan konten kecelakaan tersebut secara sembarangan di media sosial.

Kecelakaan itu terjadi Senin (27/4) malam, ketika kereta api jarak jauh dan kereta rel listrik (KRL) bertabrakan di Stasiun Bekasi Timur. Hingga Selasa (28/4) pukul 13.26 WIB, data terbaru mencatat 15 orang meninggal dunia dan 88 orang luka-luka.

Meutya: Jangan Manfaatkan Musibah untuk Sebarkan Hoaks

Berbicara di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Meutya secara tegas mengingatkan bahwa penyebaran informasi keliru di tengah bencana bisa memperparah situasi. “Kita mengimbau betul tidak ada yang memanfaatkan peristiwa musibah seperti ini. Apalagi untuk menyebarkan hoaks atau berita tidak benar,” katanya.

Ia mewanti-wanti adanya kemungkinan pihak tidak bertanggung jawab yang menunggangi insiden ini untuk kepentingan tertentu. Karena itu, setiap informasi yang beredar perlu dipastikan kebenarannya sebelum dibagikan lebih luas.

Konten Visual Kecelakaan Bisa Picu Trauma Korban dan Keluarga

Selain soal hoaks, Meutya menyoroti dampak psikologis dari penyebaran foto maupun video kejadian. Bagi para korban dan keluarga mereka, melihat konten tersebut berpotensi memicu trauma yang mendalam.

“Jadi kita betul-betul mengimbau agar penayangan dari peristiwa-peristiwa kecelakaan kereta api yang tidak perlu itu tolong tidak disebarkan secara tidak bertanggung jawab karena kita harus menghormati perasaan para korban dan juga keluarga,” ujar Meutya.

Dalam situasi darurat seperti ini, penyebaran konten kekerasan atau kecelakaan secara masif di media sosial memang kerap memperburuk kondisi psikologis korban selamat maupun keluarga yang masih menunggu informasi. Ini merupakan perhatian yang kerap diangkat oleh para psikolog dan lembaga kesehatan mental dalam penanganan bencana.

Komdigi Percaya Kesadaran Warganet, Tak Perlu Intervensi Khusus

Meutya menyebut tidak perlu ada tindakan paksa dari Kemkomdigi. Ia meyakini warganet Indonesia kini sudah memiliki kepekaan yang baik di ruang digital.

“Kita imbau betul bahwa tidak perlu ada intervensi khusus dari Kemkomdigi. Ini semuanya atas dasar kemanusiaan, untuk tidak melakukan sharing yang berlebihan, tidak melakukan sharing yang misinformasi, tidak melakukan hal-hal yang kira-kira berdampak tidak baik bagi korban maupun keluarganya,” kata Meutya menutup pernyataannya.

Penyelidikan lebih lanjut atas kecelakaan ini masih berjalan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) diharapkan merilis hasil investigasi resmi untuk mengungkap penyebab pasti tabrakan yang menjadi salah satu kecelakaan kereta paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir ini.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Arif Budiman