Teras News — Kementerian Ketenagakerjaan meluncurkan Program Magang Nasional 2026 dengan skema tunjangan setara Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) — sebuah kebijakan yang disebut belum pernah diterapkan pemerintah dalam skala besar sebelumnya bagi lulusan baru perguruan tinggi.
“Program magang fresh graduate dengan gaji setara upah minimum provinsi atau UMP sebagai sebuah terobosan kebijakan pemerintah yang belum pernah dilakukan di masa lalu tentu patut diapresiasi,” kata peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, dalam keterangannya di Jakarta pada 2 Juli 2025.
Bawono menyoroti tekanan yang kini dirasakan lulusan perguruan tinggi di pasar kerja. Minimnya pengalaman kerja menjadi hambatan terbesar yang membuat mereka sulit bersaing, meski secara akademis telah menyelesaikan pendidikan formal. “Program magang bergaji UMP ini juga dapat menjadi jawaban atas masalah klasik selama ini di mana tidak sedikit lulusan dari perguruan tinggi sangat minim pengalaman,” ujarnya.
Baca Juga:
Bagi peserta, program ini membuka tiga kemungkinan sekaligus: mendapat pengalaman kerja pertama, membangun jejaring profesional, dan berpeluang direkrut permanen oleh perusahaan tempat magang. “Bagi para fresh graduate, program magang dapat menjadi titik masuk penting bagi mereka memperoleh pengalaman kerja pertama hingga membangun jejaring profesional atau bahkan untuk direkrut secara permanen. Dalam konteks dunia kerja yang kian kompetitif, pengalaman seperti itu tentu saja sangat bernilai,” kata Bawono.
Bawono juga memberi framing baru terhadap skema ini. Jika selama ini pemerintah dikenal lewat program subsidi upah bagi pekerja dengan kriteria tertentu, maka tunjangan magang bergaji UMP ia sebut sebagai bentuk lain dari kebijakan serupa, yang kali ini menyasar generasi muda sebelum mereka masuk ke pasar kerja formal. “Bila selama ini kita mengenal subsidi upah dari pemerintah kepada para pekerja dengan kriteria tertentu, menjadikan program magang bergaji UMP tidak berlebihan bila disebut sebagai subsidi kompetensi kepada para fresh graduate,” katanya.
Jika program berjalan sesuai target, Bawono melihat kemungkinan terbentuknya sistem pemagangan yang lebih permanen. “Bukan tidak mungkin apabila program ini berjalan sukses akan dapat menjadi program nasional pemagangan berkelanjutan,” ujarnya.
Berita Terkait
Editor: Arif Budiman