Berita

Investasi Kawasan Rebana Capai Rp6,49 Triliun, Cirebon Dinilai Jadi Penopang Utama

11
×

Investasi Kawasan Rebana Capai Rp6,49 Triliun, Cirebon Dinilai Jadi Penopang Utama

Sebarkan artikel ini

Teras News — Realisasi investasi kawasan Rebana di Jawa Barat menembus Rp6,49 triliun pada triwulan pertama 2026. Kota Cirebon menyumbang Rp262 miliar dari total angka tersebut, dan kini disebut sebagai salah satu daerah dengan kesiapan paling solid untuk menopang pertumbuhan kawasan itu.

Anggota DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady menyatakan keunggulan Cirebon bukan sekadar soal angka investasi, melainkan soal kelengkapan fasilitas pendukung yang sudah tersedia. Sektor perhotelan menjadi salah satu yang ia soroti.

“Kalau dilihat, kota atau kabupaten yang lengkap dari segi hotel salah satunya Cirebon,” katanya saat dikonfirmasi di Cirebon, Rabu.

Ketersediaan hotel dan layanan pendukung dinilai penting karena kawasan industri seperti Rebana butuh ekosistem lengkap, mulai dari tempat menginap bagi pebisnis dan investor, hingga akses logistik yang efisien. Tanpa infrastruktur pendukung semacam itu, aktivitas ekonomi di kawasan industri cenderung berjalan lamban.

Kertajati dan Patimban Jadi Kunci

Daddy menegaskan pengembangan kawasan Rebana tidak bisa lepas dari dua infrastruktur besar: Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka dan Pelabuhan Patimban di Subang. Dua fasilitas ini ia sebut sebagai pintu gerbang yang menentukan seberapa jauh Rebana bisa tumbuh.

“Keberhasilan pengembangan kedua fasilitas tersebut akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Jabar, termasuk daerah-daerah yang berada di kawasan Rebana,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah pusat memiliki peta jalan yang jelas, terutama untuk Bandara Kertajati. Kepastian fungsi bandara itu dinilai krusial agar berbagai sektor ekonomi yang terhubung dengan Rebana bisa ikut tumbuh.

“Saya berharap betul dua ini menjadi roda pengungkit perekonomian Jabar. Jika ini besar, saya yakin Jabar juga pasti besar,” kata Daddy.

Warisan Empat Keraton Jadi Nilai Tambah

Di luar infrastruktur fisik, Daddy menyebut Cirebon punya modal lain yang tidak dimiliki banyak daerah: kekayaan sejarah dan budaya. Empat keraton, yakni Kasepuhan, Kanoman, Keprabonan, dan Kacirebonan, masih berdiri dan terjaga hingga kini.

“Keberadaan Keraton Kasepuhan, Kanoman, Keprabonan, dan Kacirebonan menjadi bukti sejarah yang masih terjaga hingga kini, sekaligus memperkuat posisi Cirebon sebagai daerah yang memiliki peran penting dalam perkembangan Jabar dan Indonesia,” ucap dia.

Kawasan Rebana sendiri merupakan proyek pengembangan wilayah metropolitan di koridor utara-timur Jawa Barat yang mencakup sejumlah kabupaten dan kota, termasuk Cirebon, Majalengka, Subang, Indramayu, Kuningan, dan Sumedang. Kawasan ini dirancang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis industri dan logistik untuk menyeimbangkan pembangunan yang selama ini terkonsentrasi di kawasan Bandung dan Jabodetabek.

Dengan investasi Rp6,49 triliun yang sudah masuk di awal 2026, tekanan untuk segera mengoptimalkan Kertajati dan Patimban kini semakin nyata. Dua infrastruktur itu menjadi penentu apakah angka investasi yang sudah terkumpul akan benar-benar menggerakkan lapangan kerja dan perekonomian warga di sekitar kawasan Rebana.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Arif Budiman