Berita

Emilia Nova Raih Emas Heptathlon 5.110 Poin di Filipina, Indonesia Bawa Pulang Tiga Medali

5
×

Emilia Nova Raih Emas Heptathlon 5.110 Poin di Filipina, Indonesia Bawa Pulang Tiga Medali

Sebarkan artikel ini

Teras News — Kamis (12/6/2026) di New Clark City Athletic Stadium, Capas, Tarlac, Filipina, Emilia Nova melangkah ke podium tertinggi. Atlet sapta lomba (heptathlon) andalan Indonesia itu mengumpulkan 5.110 poin untuk menyegel medali emas di The ICTSI Philippine Athletics Championships 2026 yang berlangsung 10–14 Juni 2026.

Heptathlon adalah nomor atletik gabungan yang memadukan tujuh disiplin berbeda dalam dua hari lomba, menguji kecepatan, kekuatan, dan daya tahan atlet secara menyeluruh. Emilia melewati semua tantangan itu dan finis di puncak klasemen.

Dua Perak Tambah Kilap Merah Putih di Filipina

Indonesia tidak pulang dengan satu medali saja. Dina Aulia menyusul dari lintasan dengan merebut perak di nomor lari gawang 100 meter putri, mencatatkan waktu 13,63 detik. Dari sektor lapangan, Abd Hafiz melempar lembing sejauh 68,49 meter untuk mengamankan perak di nomor lempar lembing putra.

Tiga medali dari Filipina itu menjadi penutup rangkaian tur kompetisi Asia yang sudah bergulir sejak Mei 2026. Sebelum ke Filipina, pelompat galah putri Diva Renatta Jayadi sudah lebih dulu meraih perak di China dan perunggu di Korea Selatan. Idan Fauzan Richsan finis di peringkat tujuh di ajang yang sama.

Tulang Patah, Dua Kali Operasi, Lalu Naik Podium

Emas di Filipina bukan datang dari jalan mulus. Emilia Nova pernah berdiri di titik paling gelap dalam kariernya: cedera tulang belakang parah yang nyaris memaksanya gantung sepatu sebelum waktunya.

“Saat itu, dokter bilang tulang L4 saya patah dan ada pergeseran, tapi saya tidak merasakannya karena otot yang kuat. Setelah dua kali operasi dan menjalani masa pemulihan yang panjang, saya harus berjuang melawan trauma,” kata Emilia dalam sebuah wawancara, Desember 2025 lalu.

Rekam jejaknya sebelum cedera sudah meyakinkan: perak lari gawang 100 meter di Asian Games 2018 Jakarta, emas lari gawang 100 meter di SEA Games 2019 Filipina, dan perak heptathlon di SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Emas di Filipina kali ini membuktikan ia kembali ke level terbaiknya.

PB PASI: Kejuaraan Internasional Jadi Alat Ukur Kekuatan Atlet

Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, menyambut hasil tur kompetisi Asia dengan apresiasi langsung kepada para atlet. Ia menekankan pentingnya ajang internasional sebagai cermin kondisi riil para pelari dan pelempar Indonesia.

“Ajang kejuaraan internasional adalah medium kalibrasi yang sangat krusial; kita bisa melihat secara objektif parameter apa yang sudah berhasil dan mana yang perlu dipertajam lagi guna mematangkan persiapan menuju agenda-agenda besar berikutnya,” ujar Luhut kepada wartawan, dikutip Selasa (16/6/2026).

Luhut juga menyebut keberhasilan tur ini tidak lepas dari dukungan Kemenpora RI dan MIND ID yang membantu mengakselerasi jam terbang para atlet di pentas internasional.

Dengan koleksi medali dari Filipina, China, dan Korea Selatan dalam satu rangkaian tur, skuad atletik Indonesia kini menanti agenda besar berikutnya dengan modal kepercayaan diri yang lebih tebal.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Ratna Dewi