Berita

Ekonom Indef: Program 3 Juta Rumah Butuh Material Domestik agar Tak Terguncang Geopolitik Global

5
×

Ekonom Indef: Program 3 Juta Rumah Butuh Material Domestik agar Tak Terguncang Geopolitik Global

Sebarkan artikel ini

Teras News — Program 3 Juta Rumah punya potensi menggerakkan 185 industri turunan sekaligus menyerap tenaga kerja dalam skala besar, tetapi ancaman gejolak geopolitik global bisa mengganjal target itu jika material konstruksinya masih bergantung pada impor. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto, mengingatkan bahwa ketergantungan pada bahan baku luar negeri membuat proyek perumahan nasional rentan terhadap fluktuasi harga dan gangguan rantai pasok akibat konflik di berbagai kawasan dunia.

Eko menyampaikan pernyataan itu kepada ANTARA di Jakarta, Senin, ketika ditanya soal daya tahan Program 3 Juta Rumah di tengah ketidakpastian geopolitik yang tengah berlangsung. “Memang paling bagusnya itu kalau bahan bakunya itu bertumpu pada domestik sebetulnya, tidak hanya atapnya tetapi juga material yang lainnya. Itu relatif akan mengurangi tingkat keterkaitan dengan gejolak di global termasuk gejolak harga,” katanya.

Material Lokal Putus Ketergantungan dari Jalur Rawan Konflik

Eko menjelaskan, dengan mengandalkan produsen material konstruksi dalam negeri, pemerintah tidak perlu mengimpor bahan bangunan yang distribusinya berisiko melewati wilayah-wilayah rawan konflik. Jalur pengiriman yang terganggu akibat situasi geopolitik bisa memicu kelangkaan material di lapangan dan memompa biaya konstruksi.

Rekomendasi Eko tidak berhenti di sisi produksi. Ia juga mendorong agar kebijakan ekonomi Program 3 Juta Rumah diimbangi dengan diplomasi ekonomi aktif untuk meredam dampak gejolak geopolitik global yang saat ini masih bergulir.

185 Industri Turunan Bergerak, dari Usaha Mikro hingga Korporasi

Pemerintah memproyeksikan Program 3 Juta Rumah akan menghidupkan ekosistem ekonomi nasional melalui keterlibatan 185 industri turunan. Industri-industri itu terbagi dalam dua kelompok utama: sektor hulu dan sektor hilir. Perputaran roda ekonomi diprediksi mencakup semua lapisan, mulai dari usaha mikro di tingkat lokal hingga korporasi besar berskala nasional.

Efek berganda itu muncul karena program perumahan skala besar otomatis mendongkrak permintaan terhadap rantai pasok domestik secara signifikan. Integrasi antar sektor ini diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berlanjut sejak masa konstruksi sampai setelah serah terima unit rumah kepada penerima manfaat.

Dengan skala sebesar itu, pemanfaatan material konstruksi dari produsen domestik bukan sekadar soal efisiensi biaya. Jika mayoritas bahan baku dipasok dari dalam negeri, lonjakan permintaan yang tercipta dari program ini langsung dinikmati oleh industri dan tenaga kerja lokal, bukan mengalir ke luar negeri.

Pemerintah kini menghadapi tantangan ganda: menjaga momentum pembangunan di lapangan sekaligus memastikan rantai pasok material tetap stabil di tengah ketidakpastian global yang belum mereda. Strategi pengamanan sisi hulu melalui optimalisasi produksi domestik dan penguatan diplomasi ekonomi menjadi dua variabel yang, menurut Eko, perlu berjalan beriringan agar target 3 juta unit tidak sekadar angka di atas kertas.

Penulis: Indah Lestari
Editor: Arif Budiman