Teras News — 195 sentimeter. Setinggi itulah air banjir yang merendam sebagian wilayah Jakarta Timur pada Selasa (5/5) pagi, ketika warga di Kelurahan Bidara Cina masih terbangun mendapati rumah mereka terendam hampir dua meter. Banjir Jakarta Timur yang semula hanya setinggi lutut orang dewasa itu melonjak drastis dalam hitungan jam sepanjang malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, sebanyak 22 RT di Jakarta Timur terdampak banjir hingga pukul 06.00 WIB. Wilayah yang tergenang mencakup 11 RW dan lima kelurahan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Jatinegara dan Kecamatan Kramat Jati.
Bermula Senin Malam, Air Naik 165 Cm dalam Semalam
Kronologinya dimulai Senin (4/5) sekitar pukul 20.00 WIB. Air mulai menggenangi permukiman dengan ketinggian awal 30 cm. Tidak ada tanda-tanda air akan berhenti naik.
Baca Juga:
“Banjir mulai terjadi sejak Senin (4/5) sekitar pukul 20.00 WIB dengan ketinggian awal berkisar 30 cm. Namun, air terus meningkat hingga pagi hari di sejumlah titik,” kata Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kota Administrasi Jakarta Timur, Rangga Bima Setiawan, saat dihubungi Antara, Selasa (5/5).
Di Kelurahan Bidara Cina, tepatnya di RW 003, RW 004, dan RW 011, kenaikan air paling ekstrem. Dari 30 cm pada pukul 20.00 WIB, air melonjak menjadi 175 hingga 195 cm pada pukul 06.00 WIB. Kenaikan 165 cm hanya dalam satu malam.
Penyebabnya, menurut Rangga, adalah dua faktor sekaligus: curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.
Ketinggian Air Berbeda di Tiap Kelurahan
Tidak semua wilayah terdampak dengan tingkat keparahan yang sama. Di Kampung Melayu, kawasan Jalan Kebon Pala II yang mencakup RW 04, RW 05, dan RW 08, air naik dari 30 cm menjadi 100 hingga 120 cm. Di Kelurahan Cawang, banjir berada di kisaran 40 hingga 80 cm. Kelurahan Cililitan mencatat genangan 40 hingga 90 cm.
Satu dari lima kelurahan terdampak sudah menunjukkan perbaikan. Di Kelurahan Balekambang, air yang semula 30 cm kini sudah surut sepenuhnya per laporan pagi itu.
Warga Bertahan, Belum Ada yang Mengungsi
Meski air di sejumlah titik mencapai hampir dua meter, belum ada warga yang memilih mengungsi hingga pukul 06.00 WIB. Rangga menyebut warga masih memilih bertahan di rumah sambil memantau perkembangan kondisi air.
“Untuk sementara belum ada warga yang mengungsi. Warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil memantau kondisi air,” jelas Rangga.
Tim gabungan dari berbagai instansi sudah dikerahkan ke lokasi. Penanganan banjir melibatkan pihak kelurahan, PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum), tim TRC BPBD, Dinas Sumber Daya Air, Satpol PP, Tagana, dan Gulkarmat.
Rangga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada, khususnya jika hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur Jakarta Timur. Pemantauan di seluruh titik banjir terus berjalan, dengan personel yang disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan air susulan.
Editor: Surya Dharma