Berita

1.345 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Siap Turun ke Lapangan di Pati, Pengusaha Diminta Buka Data

12
×

1.345 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Siap Turun ke Lapangan di Pati, Pengusaha Diminta Buka Data

Sebarkan artikel ini

Teras News — Sebanyak 1.345 petugas sensus akan menyisir seluruh wilayah Kabupaten Pati mulai Juni 2026 untuk mengumpulkan data usaha dari para pelaku ekonomi. Para pengusaha dan warga diminta tidak menutup pintu saat petugas datang.

Permintaan itu disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat penandatanganan komitmen bersama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di halaman Setda Kabupaten Pati, Jumat (12/6/2026). Chandra menegaskan bahwa kualitas data yang terkumpul bergantung sepenuhnya pada kejujuran para pelaku usaha.

“Data yang akurat adalah fondasi utama dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran. Melalui Sensus Ekonomi 2026, kita akan memperoleh gambaran nyata kondisi perekonomian daerah, sebagai dasar pengambilan keputusan pembangunan,” kata Chandra.

Sensus Ekonomi 2026 Sasar Tujuh Sektor, dari UMKM hingga Ekonomi Digital

Sensus kali ini tidak hanya menyasar pedagang atau pabrik besar. Pemerintah Kabupaten Pati menargetkan pemetaan tujuh sektor sekaligus: perdagangan, industri pengolahan, pertanian, pariwisata, jasa, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital.

Cakupan yang luas itu dimaksudkan agar pemerintah mendapat peta ekonomi yang utuh, bukan hanya potongan dari satu sektor. Dari situ, kata Chandra, pemerintah bisa merancang kebijakan yang lebih terarah, mulai dari penguatan ekosistem investasi hingga pengembangan UMKM dan perluasan lapangan kerja.

“Data yang berkualitas akan melahirkan kebijakan yang berkualitas pula. Dari data inilah kita dapat memperkuat ekosistem investasi, mengembangkan UMKM, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Koordinasi Turun hingga Tingkat Desa

Pemerintah kabupaten tidak hanya mengandalkan petugas BPS. Chandra menyebut pihaknya menyiapkan sinergi lintas perangkat daerah dengan koordinasi yang turun hingga ke tingkat kecamatan dan desa, termasuk fasilitasi kegiatan lapangan dan penyebarluasan informasi kepada warga.

Petugas yang bertugas di lapangan, sebanyak 1.345 orang itu, diminta bekerja secara profesional dan berintegritas. Data yang mereka kumpulkan harus mencerminkan kondisi nyata, bukan angka yang dipoles.

Sensus Ekonomi diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) secara nasional setiap sepuluh tahun sekali. Kegiatan ini bertujuan memotret kondisi dan struktur ekonomi Indonesia di luar sektor pertanian secara menyeluruh, dan hasilnya digunakan sebagai acuan perencanaan pembangunan di tingkat pusat maupun daerah.

“Semakin baik partisipasi masyarakat, semakin baik pula kualitas data yang kita miliki. Pada akhirnya, data tersebut akan kembali dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pati,” kata Chandra.

Dengan ribuan petugas yang akan mengetuk pintu rumah dan tempat usaha dalam waktu dekat, kelancaran sensus di Pati kini sangat bergantung pada respons para pelaku usaha di lapangan.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Surya Dharma