Teras News — Senin (5/5) di Jakarta, Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) menggelar halal bihalal sekaligus Refleksi Hari Lahir ke-66 organisasi. Tiga menteri dari Kabinet Merah Putih hadir dan satu per satu menyampaikan pesan kepada ribuan alumni yang tersebar di berbagai sektor — dari politik hingga akademisi.
Menag: Alumni PMII Penjaga Islam Moderat di Pentas Global
Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka dengan sorotan yang lebih luas dari sekadar urusan organisasi. Ia bicara tentang posisi Indonesia di hadapan dunia.
“Indonesia memiliki posisi penting dalam peradaban global. Nilai-nilai Islam yang moderat harus terus dijaga dan disebarkan, dan alumni PMII punya peran besar di dalamnya,” kata Nasaruddin.
Baca Juga:
Ia menekankan bahwa karakter moderat umat Islam Indonesia bukan sekadar identitas — melainkan kekuatan yang relevan dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. Alumni PMII, menurutnya, menanggung tanggung jawab menjaga nilai keislaman yang inklusif sekaligus memperkuat kontribusi di bidang pendidikan, pemikiran, dan sosial keagamaan.
Cak Imin: Jabatan Bukan Tujuan, Pengentasan Kemiskinan Jadi Tolok Ukur
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar tampil dengan nada lebih lugas. PMII, kata dia, sudah melahirkan banyak tokoh di berbagai sektor. Kini saatnya kekuatan itu dikelola serius.
Cak Imin — sapaan akrabnya — mengingatkan kader soal orientasi pengabdian. Jabatan, tegasnya, bukan tujuan akhir.
“PMII harus terus naik kelas, tidak hanya kuat secara jaringan, tetapi juga mampu memberikan solusi konkret bagi persoalan rakyat,” ujar Cak Imin.
Isu pengentasan kemiskinan dan ketimpangan sosial ia sebut sebagai dua tantangan utama yang harus dijawab oleh para alumni.
Menteri ATR Nusron: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Keharusan
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid menutup rangkaian pesan para menteri dengan seruan konsolidasi. Ia menyoroti isu akses sumber daya dan keadilan agraria sebagai tantangan strategis yang menanti alumni PMII.
Nusron mendorong alumni untuk tidak hanya mengandalkan kekuatan individu.
“Ke depan, yang dibutuhkan bukan hanya kekuatan individu, tetapi kekuatan kolektif yang terorganisasi dengan baik. PMII harus menjadi bagian dari solusi bangsa,” katanya.
Ia juga mendorong alumni memperkuat kolaborasi lintas sektor agar organisasi mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Ketua Panitia: Halal Bihalal Bukan Sekadar Tradisi Tahunan
Ketua Panitia Basnang Said menyampaikan bahwa acara ini dirancang sebagai ruang memperkuat jejaring alumni sekaligus mempertegas arah gerakan ke depan — bukan sekadar tradisi tahunan.
Ia menyebut rangkaian kegiatan selama Ramadhan sebelumnya sebagai bukti bahwa alumni PMII terus bergerak dan memberi dampak di tengah masyarakat.
PMII sendiri berdiri sejak 1960, menjadikan organisasi mahasiswa Islam yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama ini salah satu yang tertua dan terbesar di Indonesia dengan jaringan alumni yang mencakup berbagai posisi di pemerintahan, parlemen, dan dunia akademik.
Dilansir dari laporan Antara.
Berita Terkait
Editor: Arif Budiman

