Berita

100 Pelaku UMKM Ponorogo Ikuti Pelatihan Manajemen Bank Ekadharma, Masalah Campur Aduk Keuangan Jadi Fokus Utama

10
×

100 Pelaku UMKM Ponorogo Ikuti Pelatihan Manajemen Bank Ekadharma, Masalah Campur Aduk Keuangan Jadi Fokus Utama

Sebarkan artikel ini

Teras News — Sebanyak 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Ponorogo mengikuti pelatihan manajemen yang digelar Bank Ekadharma melalui program CSR-nya pada 23 Juni 2026. Kegiatan itu berlangsung di Pendopo Agung Ponorogo dan dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita.

“Pentingnya manajemen bagi para pelaku UMKM. Mayoritas sudah mampu memproduksi dan memasarkan produk, tetapi belum sepenuhnya tertib dalam mengatur keuangan usaha,” kata Lisdyarita saat membuka acara.

Lisdyarita, yang akrab disapa Bunda Lis, menyoroti persoalan klasik yang kerap membelit pelaku UMKM: keuangan usaha dan kebutuhan rumah tangga tercampur dalam satu kantong. Akibatnya, modal usaha, termasuk pinjaman dari lembaga perbankan, tidak sepenuhnya mengalir untuk pengembangan bisnis. “Harus dibedakan, mana untuk berbisnis dan mana untuk rumah tangga. Sehingga kelihatan perkembangan usahanya seperti apa,” tegasnya.

Pelatihan ini merupakan bagian dari Program BAGUS yang digulirkan Bank Ekadharma. Program tersebut mensinergikan kalangan pebisnis, akademisi, pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam satu kerangka pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Direktur Utama Bank Ekadharma Dwi Atmojo menjelaskan bahwa pelatihan ini berangkat dari semangat lembaganya untuk memberi manfaat bagi masyarakat luas, sesuai tagline bank tersebut, “Migunani Tumraping Liyan” yang berarti berguna bagi sesama. “Salah satu persoalan yang sering dihadapi pelaku UMKM adalah manajemen pelaporan keuangan yang belum tertata dengan baik,” ungkap Dwi.

Arkom Kuswanjono, pemegang saham pengendali PT BPR Ekadharma Bhinaraharja, mengungkapkan bahwa Program BAGUS terinspirasi dari pemikiran ekonomi kekeluargaan Mohammad Hatta. “Ketika membangun usaha jangan menguasai semuanya sendiri. Jangan sikut sana dan sikut sini, tapi ayo maju bareng-bareng serta berkembang bersama,” ajak Arkom, yang berharap program ini menjadi ruang kolaborasi untuk membangun ekonomi Ponorogo bersama.

Lisdyarita menambahkan, Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui dinas terkait turut berkomitmen memberdayakan UMKM. Ia mengingatkan bahwa sektor UMKM telah terbukti tangguh menghadapi krisis ekonomi 1997-1998 dan guncangan pandemi Covid-19. “Pelatihan manajemen akan memberikan banyak manfaat bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha,” terangnya.

Penulis: Dian Permata
Editor: Ratna Dewi