Kesehatan

AQI Jakarta Tembus 174, Kota Peringkat 2 Udara Terburuk di Dunia Pagi Ini

13
×

AQI Jakarta Tembus 174, Kota Peringkat 2 Udara Terburuk di Dunia Pagi Ini

Sebarkan artikel ini

Teras News — 174 — angka indeks kualitas udara (AQI) Jakarta yang tercatat oleh situs pemantau IQAir pada pukul 05.50 WIB, menempatkan ibu kota Indonesia sebagai kota dengan udara terburuk kedua di dunia pada Kamis pagi ini. Konsentrasi polutan PM2.5 di Jakarta mencapai 80 mikrogram per meter kubik, masuk kategori tidak sehat.

Peringkat pertama kota berudara paling buruk diduduki Kinshasa, ibu kota Republik Demokratik Kongo, dengan AQI 204. Di bawah Jakarta, Dubai (Uni Emirat Arab) berada di posisi ketiga dengan AQI 151, disusul Kolkata (India) di angka 135, dan Doha (Qatar) di angka 132.

Pada level AQI 174, IQAir mengeluarkan rekomendasi tegas kepada warga Jakarta: hindari aktivitas di luar ruangan. Bagi yang terpaksa beraktivitas di luar, gunakan masker dan tutup jendela rumah untuk mencegah udara luar masuk ke dalam ruangan.

Polutan PM2.5 adalah partikel berukuran sangat kecil — diameter kurang dari 2,5 mikrometer — yang dapat menembus saluran pernapasan hingga ke paru-paru dan aliran darah. Kategori tidak sehat yang disandang Jakarta saat ini berarti kualitas udara berpotensi merugikan manusia, hewan sensitif, dan merusak tumbuhan serta nilai estetika lingkungan. Kondisi ini berada dua tingkat di bawah kategori berbahaya, yang baru dinyatakan jika AQI menyentuh angka 300 ke atas.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah mengoperasikan platform pemantau kualitas udara terintegrasi yang bersumber dari 31 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang tersebar di seluruh wilayah kota. Platform tersebut mengintegrasikan data dari SPKU milik DLH Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), World Resources Institute (WRI) Indonesia, serta Vital Strategies.

Penulis: Arif Budiman
Editor: Surya Dharma