Teras News — Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini pemerintah tidak menentukan sendiri logo resmi peringatan kemerdekaan. Dari 124 karya desainer grafis seluruh Indonesia yang masuk sayembara, lima logo terbaik kini diserahkan langsung kepada publik untuk dipilih — sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. Pemilihan dibuka mulai 24 Juni hingga 28 Juni 2026 melalui laman resmi yang diluncurkan pemerintah.
Pengumuman itu disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada 24 Juni 2026.
Teuku Riefky menjelaskan bahwa mekanisme lama biasanya menyaring lima karya terbaik menjadi tiga, lalu presiden yang memutuskan. Kali ini prosesnya berubah. “Biasanya lima besar itu menjadi tiga, kemudian Bapak Presiden pilih. Tetapi, kali ini, alhamdulillah, Bapak Presiden ingin ini juga agar dipilih oleh publik kelimanya begitu. Jadi, ini suatu hal yang baik dan dapat melibatkan partisipasi publik terhadap pemilihan logo,” ujarnya.
Baca Juga:
Lima finalis itu merupakan hasil kurasi Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI). Proses seleksinya dimulai dari open call kepada seluruh desainer grafis di Indonesia — baik anggota maupun non-anggota ADGI. Setelah periode pengiriman karya ditutup, lima desainer terpilih memaparkan langsung karya mereka kepada perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Sekretariat Negara, dan Badan Komunikasi Pemerintah dalam tahap sayembara tertutup (pitching).
Perwakilan ADGI David Irianto memastikan proses awalnya terbuka luas. “Proses awalnya adalah open call, di mana kami membuka, open call, kepada seluruh desainer grafis di Indonesia,” kata David.
Kelima logo yang kini menunggu suara publik berasal dari desainer lintas daerah: David Wirawan P dari Surakarta dengan konsep “8 Harapan, 1 Tujuan”; Fajar Novario dari Padang dengan konsep “Kolektif, Sinergi, Bertumbuh”; Kanda Putra dari Denpasar dengan konsep “Kemanusiaan yang Terhubung”; Rizkiawan dari Malang dengan konsep “Berdaya, Setara, Sinergi Bersama”; serta Tiffany Djohan dari Batam dengan konsep “Demokrasi dan Kemandirian”.
Juri Ardiantoro menegaskan semua karya berpijak pada tema resmi HUT Ke-81 RI. “Setiap karya menghadirkan interpretasi kreatif dan unik terhadap tema HUT RI Ke-81. Jadi, semua desain ini berlandaskan atau didasarkan pada pemahaman mengenai tema, yaitu Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” katanya.
Masyarakat yang ingin ikut memilih dapat langsung mengakses laman resmi logo HUT Ke-81 RI. Periode pemilihan berlangsung hingga 28 Juni 2026.
Berita Terkait
Editor: Ratna Dewi