Berita

Dua Pekan Mati Listrik Tanpa Pemberitahuan, Kadin Surabaya Desak PLN Beri Jadwal Jelas

16
×

Dua Pekan Mati Listrik Tanpa Pemberitahuan, Kadin Surabaya Desak PLN Beri Jadwal Jelas

Sebarkan artikel ini

Teras News — Senin (28/4), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya secara resmi mendesak PT PLN (Persero) untuk memperbaiki sistem penyampaian informasi pemadaman listrik, setelah gangguan mati listrik tanpa pemberitahuan melanda Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik selama dua pekan terakhir.

Ketua Kadin Surabaya M. Ali Affandi L.N.M menyebut bahwa pemadaman yang terjadi berlangsung dua hingga lima jam, tersebar di berbagai waktu — pagi, siang, sore, hingga malam hari. Sebagian besar terjadi mendadak, tanpa notifikasi sebelumnya kepada warga maupun pelaku usaha.

“Kami berharap ada penyampaian informasi dan jadwal pemadaman secara lebih awal, rinci, dan mudah diakses oleh masyarakat maupun pelaku usaha,” kata Ali Affandi di Surabaya, Senin.

UMKM Frozen Food hingga Laundry Terdampak Langsung

Menurut Ali Affandi, dampak terbesar dirasakan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penjual frozen food, jasa laundry, katering, dan usaha sejenis yang bergantung penuh pada pasokan listrik mengalami kerugian signifikan setiap kali pemadaman terjadi.

Kadin Surabaya tidak hanya menuntut kejelasan jadwal. Ali Affandi juga meminta PLN meningkatkan keandalan pasokan listrik di kawasan industri, sentra UMKM, pusat perdagangan, pasar tradisional, serta fasilitas publik strategis.

“Kami ingin adanya percepatan pemanfaatan energi alternatif dan energi terbarukan melalui berbagai insentif yang dapat diakses pelaku usaha,” ujarnya.

Kadin Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Distribusi PLN

Ali Affandi turut mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembangkitan, transmisi, distribusi, dan mekanisme mitigasi gangguan yang selama ini dinilai belum memadai. Ia menekankan pentingnya koordinasi yang lebih kuat antara PLN, pemerintah daerah, dan dunia usaha untuk mengantisipasi dampak ekonomi yang muncul akibat gangguan pasokan listrik.

Gangguan listrik berulang seperti ini menempatkan pelaku usaha kecil pada posisi sulit, karena berbeda dengan industri besar yang umumnya memiliki genset cadangan, UMKM tidak selalu mampu menanggung biaya operasional cadangan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, PT PLN belum memberikan pernyataan resmi menanggapi tuntutan Kadin Surabaya. Publik kini menunggu respons PLN dan langkah konkret perbaikan distribusi listrik di kawasan Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Arif Budiman