Berita

Dari Papua Barat hingga Lombok, 3 Pembalap Muda Unjuk Gigi di Pertamina Mandalika Racing Series 2026

11
×

Dari Papua Barat hingga Lombok, 3 Pembalap Muda Unjuk Gigi di Pertamina Mandalika Racing Series 2026

Sebarkan artikel ini

Teras News — Tiga pembalap muda Indonesia dari latar belakang berbeda tampil di Pertamina Mandalika Racing Series (Pertamina MRS) Round 2 yang digelar 20-21 Juni 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok. Rentang usia mereka: 11 hingga 18 tahun.

“Bisa mengikuti event skala nasional, dan menjajal sirkuit Mandalika, merupakan mimpi saya sebagai anak dari daerah,” kata Fadhil Musyafi, pembalap 16 tahun asal Papua Barat yang tergabung dalam tim Yamaha Pikoli Global Ondolomon DRS.

Fadhil, 16 Tahun, Tinggalkan Papua Barat demi Sirkuit Mandalika

Fadhil bukan pembalap biasa untuk ukuran usianya. Ia mulai tertarik dunia balap sejak umur 10 tahun, lalu meninggalkan keluarganya di Papua Barat dan hijrah ke Jakarta bergabung bersama timnya sejak 2022. Empat tahun merantau, ia kini berdiri di lintasan bertaraf internasional.

“Saya sangat bersyukur bisa sampai di tahap ini. Terimakasih kepada Pertamina telah mendukung event ini, dan semoga ini bisa terus berlanjut di masa mendatang, dan saya bisa ikut terus,” harapnya.

Arai, 18 Tahun, Sudah Mengecap Panggung WorldSBK

Arai Agaska Dibani Laksana, 18 tahun, punya rekam jejak yang lebih panjang. Pembalap asli Mataram ini mulai memacu motor di lintasan motocross sejak usia 6 tahun sebelum beralih ke road race. Namanya sudah masuk ajang World SportBike (WorldSBK), dan di Pertamina MRS 2025 ia naik podium pada Race 1 kelas National Super Sport (NS250).

Di edisi 2026, Arai kembali turun bersama tim Yamaha Nitiracing Pikoli DRS Dynavolt RCB AHRS HDS Racing yang bermarkas di Lombok. Tampil di sirkuit internasional di tanah kelahirannya sendiri menjadi motivasi tersendiri baginya.

“Semoga dengan adanya ajang Pertamina Mandalika Racing Series ini, balap motor sport di Indonesia semakin maju, dan melahirkan banyak bibit pembalap Indonesia melalui event ini,” ujar Arai.

Zendjebil, 11 Tahun, Peserta Termuda yang Sudah Berani Bersaing dengan Senior

Yang paling mencuri perhatian adalah Muhammad Zendjebil Mulfi. Usianya baru 11 tahun. Pembalap dari tim Honda YSS Makkuraga BKJU 43 Racing School ini tampil di kelas yang mempertemukannya dengan pembalap lebih senior.

“Event ini seru karena bisa dapat teman baru juga, dan rasanya senang bisa bermain di sirkuit ini, sama berkompetisi dengan pembalap lainnya yang lebih senior,” kata Zendjebil.

Pertamina MRS Jadi Jembatan Menuju Kompetisi Internasional

Pertamina MRS dirancang sebagai kompetisi balap motor nasional berjenjang yang membuka ruang bagi pembalap dari berbagai daerah dan kelompok usia. Round 2 edisi 2026 ini menghadirkan peserta dari berbagai kategori, mulai dari kelas junior hingga kategori yang lebih senior.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyatakan komitmen perusahaan dalam mendukung penyelenggaraan ajang ini sebagai wadah melahirkan pembalap Indonesia berprestasi di tingkat internasional.

Kisah Fadhil, Arai, dan Zendjebil menggambarkan bahwa Pertamina MRS bukan sekadar kompetisi. Bagi sebagian pesertanya, ini adalah batu loncatan pertama menuju impian yang jauh lebih besar.

Penulis: Dian Permata
Editor: Arif Budiman