Teknologi

Smart City IKN Rp115,94 Miliar Ditargetkan Beroperasi Akhir 2027, Dibangun Bareng Korea Selatan

10
×

Smart City IKN Rp115,94 Miliar Ditargetkan Beroperasi Akhir 2027, Dibangun Bareng Korea Selatan

Sebarkan artikel ini

Teras News — Ibu Kota Nusantara (IKN) mendapat suntikan investasi senilai Rp115,94 miliar dari Pemerintah Korea Selatan untuk membangun pusat kota cerdas pertamanya. Dana itu mengalir dalam bentuk hibah kerja sama yang resmi dimulai dengan groundbreaking Smart City Cooperation Center (SCCC) pada Sabtu (20/6/2026).

SCCC berdiri di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Total nilai hibah mencapai 9,9 miliar KRW, dengan porsi terbesar, yakni 5,5 miliar KRW atau sekitar Rp64,41 miliar, dialokasikan khusus untuk konstruksi gedung SCCC itu sendiri.

Gedung Dua Lantai dengan Lab AI dan Robotik

Bangunan SCCC dirancang seluas sekitar 1.098 meter persegi dengan dua lantai. Lantai pertama difungsikan sebagai control room dan ruang pertemuan. Lantai dua menjadi area pameran sekaligus AI and Robotics Lab. Area luar gedung direncanakan untuk urban farming sebagai demonstrasi langsung teknologi kota cerdas.

Konstruksi berlangsung selama sepuluh bulan dan ditargetkan rampung pada akhir 2027.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut proyek ini dengan menekankan kemudahan perizinan yang dijamin pihaknya. “Untuk semua perizinan, jangan khawatir semuanya ada di kami. Pemanfaatan bangunan ini sangat bagus idenya dan saya berharap dari Bapak/Ibu bisa membantu kami, membangun smart city laboratorium dan bisa digunakan untuk pendidikan, serta memperkenalkan teknologi dari Korea Selatan,” ujar Basuki.

Lebih dari Sekadar Gedung: Masterplan hingga Capacity Building

Hibah SCCC tidak berhenti pada fisik bangunan. Korea Institute of Civil Engineering and Building Technology (KICT) ditugaskan menyusun Smart City Masterplan dan Smart Building Protocol untuk Nusantara. University of Seoul mengambil peran dalam Nusantara Smart City Forum dan Capacity Building Program, yang diarahkan untuk transfer pengetahuan dan penguatan jaringan akademik antara Indonesia dan Korea Selatan.

Director Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MoLIT) Korea Selatan, Choi Jung-won, menarik perbandingan langsung dengan Kota Sejong, ibu kota administratif baru Korea yang dibangun dengan konsep smart city. “Seperti halnya di Korea, Korea juga membangun sebuah kota baru yang menjadikannya sebagai sebuah kota pintar, yaitu Sejong. Maka dari itu, Nusantara dapat memiliki kesempatan tersebut juga, melalui kolaborasi teknologi smart city yang kita miliki,” kata Choi Jung-won.

Otorita IKN Incar Empat Fungsi SCCC

Otorita IKN menetapkan empat target fungsi SCCC setelah beroperasi: pusat kolaborasi kota cerdas Indonesia-Korea, laboratorium digital dan lingkungan untuk ekosistem pendidikan di delineasi IKN, ruang demonstrasi solusi kota cerdas, serta wadah pengembangan ekosistem teknologi di Nusantara.

Dengan jadwal konstruksi sepuluh bulan yang dimulai pertengahan 2026, publik kini menunggu apakah target akhir 2027 itu bisa dipenuhi tepat waktu di tengah berbagai dinamika pembangunan IKN yang masih berlangsung.

Penulis: Dian Permata
Editor: Ratna Dewi