Teras News — Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran kini mendapat respons dari Moskow. Rusia menyatakan sambutan positif atas penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara dua negara yang selama ini bersitegang itu, seraya berharap perdamaian tersebut membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz tanpa hambatan.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyampaikan pernyataan resmi pada Kamis yang menegaskan dukungan Moskow terhadap kesepakatan yang telah disetujui presiden kedua negara tersebut. “Kami menyambut baik kesepakatan yang dicapai untuk mengakhiri konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran, yang telah disepakati oleh presiden kedua negara tersebut,” bunyi pernyataan Kemlu Rusia.
Rusia Desak Semua Pihak Patuhi Kesepakatan dan Cegah Eskalasi Baru
Moskow tidak hanya berhenti di ucapan selamat. Kemlu Rusia secara eksplisit mengingatkan semua pihak yang terlibat dalam konflik agar mematuhi kesepakatan yang telah dicapai dan mencegah munculnya eskalasi baru. Peringatan ini relevan mengingat kawasan Timur Tengah kerap bergolak meski kesepakatan sudah tercapai di atas kertas.
Baca Juga:
Rusia juga memuji penegasan Iran atas komitmennya terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), yakni perjanjian internasional yang melarang penyebaran senjata nuklir ke negara-negara yang belum memilikinya. Menurut Kemlu Rusia, sikap Iran itu merupakan respons terbaik terhadap berbagai serangan dan tuduhan tak berdasar yang selama ini ditujukan kepada Teheran.
Selat Hormuz Jadi Perhatian Rusia dalam Pernyataan Damai
Satu poin yang secara khusus diangkat Moskow adalah kondisi Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Selat ini merupakan salah satu jalur pengiriman minyak tersibuk di dunia, dan ketegangan AS-Iran selama ini berulang kali mengancam keamanan pelayaran di sana.
“Kami berharap tercapainya perdamaian akan membantu memulihkan kepercayaan dalam hubungan antara negara-negara di kedua sisi Teluk Persia, serta dimulainya kembali pelayaran yang aman dan tanpa hambatan melalui Selat Hormuz,” kata Kemlu Rusia dalam pernyataan yang sama.
Moskow juga menyatakan kesiapannya untuk terus memberikan dukungan diplomatik dalam proses stabilisasi jangka panjang di Timur Tengah. MoU antara AS dan Iran ini ditandatangani di Islamabad, dengan Pakistan bertindak sebagai mediator antara kedua belah pihak, seperti dilaporkan Antara.
Dunia kini menanti apakah kesepakatan di atas kertas ini akan benar-benar mengubah dinamika di kawasan, khususnya bagi negara-negara di sekitar Teluk Persia yang selama bertahun-tahun merasakan dampak langsung dari ketegangan Washington dan Teheran.
Editor: Surya Dharma