Teras News — Satu lagu, dua sumber gosip yang berbeda. Rumour Has It, salah satu trek di album 21 milik Adele, ternyata tidak terinspirasi dari pemberitaan media soal kehidupan pribadinya, melainkan dari sikap teman-temannya sendiri yang memilih mempercayai rumor setelah sang penyanyi putus cinta.
Adele pernah menjelaskan langsung soal ini. Ia menyebut bahwa lagu tersebut merespons teman-temannya yang ikut mempercayai kabar-kabar yang beredar mengenai kehidupan asmaranya setelah perpisahan, bukan soal gosip yang disebarkan jurnalis atau media hiburan.
Ditulis Bersama Ryan Tedder, Nada Sinis Mendominasi
Adele menulis lagu ini bersama Ryan Tedder, musisi dan produser Amerika yang juga dikenal sebagai vokalis OneRepublic. Liriknya menggambarkan seseorang yang mendengar kabar mantan pasangannya sudah bersama orang lain, lalu merespons berbagai rumor itu dengan nada campuran: sinis, marah, sekaligus percaya diri.
Baca Juga:
Tema semacam ini bukan hal asing di diskografi Adele. Penyanyi asal Inggris dengan suara mezzo-soprano (suara perempuan dengan jangkauan antara sopran dan alto) ini konsisten menempatkan cinta, kehilangan, dan introspeksi sebagai benang merah lagu-lagunya sejak album pertama.
Album 21 dan Pola Penamaan Berdasarkan Usia
Album 21 adalah album kedua Adele. Angka di judulnya bukan sekadar estetika — itu usia sang penyanyi ketika proses kreatif album berlangsung. Pola ini Adele terapkan konsisten sepanjang kariernya: album pertamanya bernama 19, disusul 21, kemudian 25, dan terakhir 30.
Rumour Has It menjadi salah satu lagu yang paling dikenal dari album tersebut, dengan energi yang berbeda dari balada-balada mellow yang juga memenuhi tracklist 21. Beat yang menghentak dan lirik yang konfrontatif membuat lagu ini menonjol di antara lagu-lagu lain di album itu.
Bagi pendengar yang baru mengenal lagu ini, memahami konteks di balik liriknya membuat pengalaman mendengarkan terasa lebih utuh — sebuah momen marah sekaligus percaya diri dari seseorang yang lelah dengan cerita yang bukan versinya.
Editor: Surya Dharma