Berita

GMNI Jakarta Selatan Desak Kapolda Minta Maaf Usai Polisi Masuk Sekretariat Pascademo Pancoran

38
×

GMNI Jakarta Selatan Desak Kapolda Minta Maaf Usai Polisi Masuk Sekretariat Pascademo Pancoran

Sebarkan artikel ini

Teras News — Jumat (12/6) petang di kawasan SPBU Pancoran, Jakarta Selatan, sebuah aksi demonstrasi berakhir ricuh. Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Jakarta Selatan yang berunjuk rasa di Jalan Raya Pasar Minggu membakar ban sebagai bentuk kekecewaan, sebelum aparat memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Insiden kecil itu memicu adu mulut, dan situasinya berlanjut ke titik yang jauh lebih sensitif.

Ketika massa diminta membubarkan diri dan kembali ke sekretariat organisasi, sejumlah anggota kepolisian disebut ikut memasuki area kantor GMNI. Sebuah video beredar memperlihatkan seorang polisi masuk ke lorong sekretariat sebelum keluar melalui pintu lain. Bagi GMNI, itu bukan hal kecil.

GMNI Sebut Polisi Masuk ke Pekarangan Warga

Sekretaris Daerah GMNI Jakarta Selatan, Ahmad Fakhir, menyebut kejadian itu sebagai bentuk penggerebekan yang menciptakan keresahan di kalangan mahasiswa. “Itu mereka (polisi) mau masuk ke sekret dan pekarangan warga. Jadi dihalau oleh para kader GMNI dan warga Pancoran di sana,” kata Fakhir, Rabu.

GMNI pun langsung mengeluarkan tuntutan keras. Kapolda dan Wakapolda Metro Jaya diminta menyampaikan permintaan maaf secara resmi, bukan hanya kepada kader GMNI tetapi juga kepada masyarakat luas.

“Kapolda dan Wakapolda harus meminta maaf secara resmi kepada seluruh kader GMNI dan masyarakat. Tindakan yang dilakukan terhadap sekretariat organisasi mahasiswa ini telah melukai marwah gerakan mahasiswa dan menciptakan ketakutan di ruang-ruang kaderisasi,” ujar Fakhir.

GMNI: Penegakan Hukum Harus Beradab

Fakhir menegaskan, organisasinya tidak menentang penegakan hukum. Yang dipersoalkan adalah caranya.

“Kami tidak menolak penegakan hukum. Namun penegakan hukum harus dilakukan dengan cara-cara yang beradab, menghormati prosedur, serta tidak mengintimidasi organisasi kemahasiswaan. Negara tidak boleh mempertontonkan wajah kekuasaan yang represif terhadap mahasiswa,” katanya.

Sekretariat organisasi mahasiswa secara umum dipandang sebagai ruang otonom tempat proses kaderisasi dan konsolidasi internal berlangsung. Masuknya aparat keamanan ke ruang semacam itu tanpa prosedur jelas kerap memicu protes dari kalangan gerakan mahasiswa.

Polsek Pancoran: Hanya Salah Paham, Sudah Minta Maaf

Versi berbeda datang dari pihak kepolisian. Kapolsek Pancoran Kompol Mansur membantah ada penggerebekan maupun penangkapan dalam peristiwa itu.

“Tidak ada penggerebekan, tidak ada penangkapan. Saat itu hanya salah paham saja,” kata Mansur saat dikonfirmasi, seperti dilaporkan Antara.

Mansur juga menyatakan bahwa Polsek Pancoran dan Polres Metro Jakarta Selatan sudah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak GMNI. Namun bagi GMNI, permintaan maaf di tingkat Polsek dan Polres belum cukup. Mereka menginginkan pernyataan resmi langsung dari Kapolda dan Wakapolda Metro Jaya.

Desakan GMNI itu belum mendapat respons resmi dari pimpinan Polda Metro Jaya hingga berita ini diturunkan.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Ratna Dewi