Internasional

Iran Ancam Balas Serangan Israel di Lebanon, Klaim 84 Pelanggaran Gencatan Senjata

18
×

Iran Ancam Balas Serangan Israel di Lebanon, Klaim 84 Pelanggaran Gencatan Senjata

Sebarkan artikel ini

Teras News — Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran secara terbuka mengancam akan menyerang Israel jika serangan militer ke Lebanon selatan tidak dihentikan. Ancaman ini muncul setelah serangkaian serangan Israel menewaskan sedikitnya empat warga sipil dan melukai sejumlah lainnya di beberapa desa Lebanon selatan.

Komando darurat angkatan bersenjata Iran, Khatam al-Anbiya, menyatakan Teheran siap memberikan “tanggapan keras” apabila Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu nekat melanjutkan operasinya. Dalam pernyataan resminya, Iran mencatat sedikitnya 84 pelanggaran gencatan senjata yang dituduhkan kepada Israel, mencakup serangan udara dan serangan drone di berbagai wilayah Lebanon selatan.

“Tentara Israel terus melakukan kejahatan dan membunuh rakyat Lebanon yang tertindas,” demikian bunyi pernyataan resmi Iran, sebagaimana dilaporkan Ynetnews.

Israel Klaim Serang Peluncur Roket Hizbullah

Militer Israel (IDF) membela tindakannya. Mereka menyatakan operasi digelar untuk menghilangkan ancaman dari Hizbullah setelah kelompok itu meluncurkan roket ke arah pasukan Israel yang beroperasi di perbatasan. IDF mengklaim Angkatan Udara Israel berhasil menghancurkan peluncur roket Hizbullah dan menyerang sejumlah titik yang dinilai membahayakan pasukan mereka.

Namun media Lebanon melaporkan versi berbeda. Serangan drone Israel di beberapa desa mengakibatkan empat orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka.

Netanyahu Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon Selatan

Iran juga menyoal sikap Netanyahu yang menolak menarik pasukan dari Lebanon selatan. Netanyahu sebelumnya menegaskan Israel akan tetap menjalankan operasi militer demi menghancurkan ancaman Hizbullah di kawasan perbatasan. Penolakan ini dianggap Teheran bertentangan dengan nota kesepahaman yang sebelumnya dibangun bersama Amerika Serikat terkait penghentian konflik di Lebanon.

Posisi Iran dalam konflik ini bukan tanpa alasan. Teheran selama ini menjadi pendukung utama Hizbullah, kelompok bersenjata sekaligus partai politik Lebanon yang memiliki pengaruh besar di negara tersebut. Setiap tekanan besar terhadap Hizbullah dipandang Teheran sebagai ancaman langsung terhadap kepentingan strategisnya di kawasan.

Kekhawatiran Perang Regional Menguat

Eskalasi ini mendorong kekhawatiran komunitas internasional. Jika Iran benar-benar melancarkan aksi balasan langsung terhadap Israel, konflik yang semula terbatas di Lebanon berpotensi meluas menjadi perang regional yang melibatkan lebih banyak negara. Gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah yang sebelumnya difasilitasi Amerika Serikat kini terancam runtuh sepenuhnya.

Pemerintah Israel bersikeras operasi militer IDF bertujuan menjaga keamanan wilayah perbatasan dari ancaman Hizbullah. Netanyahu tidak memberi sinyal apapun tentang kemungkinan menghentikan operasi dalam waktu dekat.

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Arif Budiman